Notification

×

Iklan

Iklan

Lestarikan Budaya dan Dukung Ketahanan Pangan, Kadis Pertanian Barru Apresiasi Tradisi Mappalili di Desa Nepo

10/30/25 | Kamis, Oktober 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-29T16:16:39Z

Lestarikan Budaya dan Dukung Ketahanan Pangan, Kadis Pertanian Barru Apresiasi Tradisi Mappalili di Desa Nepo
 
Barru (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, memberikan apresiasi atas pelaksanaan tradisi Mappalili yang digelar oleh Kelompok Tani To Mario di Dusun Mario-rio, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Rabu (29/10/2025). Tradisi ini digelar dalam rangka menyambut musim tanam tahun 2025/2026.


Mappalili merupakan momentum penting bagi masyarakat petani dalam memulai musim tanam. Prosesi ini menjadi wujud kepatuhan terhadap kesepakatan bersama untuk menanam secara serentak, guna mewujudkan pertanian yang lebih maju, efisien, dan produktif.
 
Dalam sambutannya, Ir. Ahmad menekankan pentingnya kebersamaan dan ketaatan dalam membangun kerja sama antarpetani. "Untuk meningkatkan produksi pertanian, diperlukan kerja sama yang solid antaranggota kelompok tani. Kegiatan turun sawah ini menjadi simbol kesiapan sekaligus kegembiraan menyambut musim tanam yang selalu dinanti. Bersawah bukan hanya menghasilkan produksi, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat," ujarnya.


Ia juga mengingatkan para petani untuk memperhatikan perubahan iklim dan mengikuti arahan penyuluh pertanian. "Kami berpesan agar para petani senantiasa mengikuti petunjuk penyuluh serta memperhatikan perubahan iklim, baik untuk komoditas jagung maupun padi, demi menjaga ketahanan pangan kita bersama," tambahnya.
 
Kepala Desa Nepo, Muhammad Toaha, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan tradisi Mappalili tahun ini. "Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya lokal, tetapi juga wujud nyata dukungan kita terhadap ketahanan pangan daerah," tuturnya.


Danramil 1405-05/Mallusetasi Letda Inf. Andi Pallawagau, yang hadir bersama Babinsa Desa Nepo Serma Sulaeman, menjelaskan makna filosofis dari tradisi Mappalili bagi masyarakat Bugis. "Mappalili adalah ungkapan rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur. Kegiatan ini menjadi doa bersama agar hasil panen melimpah serta simbol kekompakan dan gotong royong petani dalam memulai musim tanam baru," jelasnya.
 
Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Bupati Barru, Sekcam Mallusetasi, Kepala BPP Kecamatan Mallusetasi, Ketua BPD Desa Nepo, para ketua kelompok tani, kepala dusun, ketua RT, serta tokoh masyarakat setempat.


Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan prosesi simbolik turun ke sawah oleh para tokoh masyarakat dan perwakilan kelompok tani.


Tradisi turun-temurun ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara masyarakat, pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Barru.
 
(Darman)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update