Warga Berdesakan Antri Pengambilan Kartu ATM PKH dan BPNT di Kantor Desa Kertasari Rengasdengklok.
Karawang (Jawa Barat) dimensitivinews.com.
Warga berdesakan mengatri pengambilan Kartu ATM PKH dan BPNT di kantor Kertasari Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang provinsi Jawa Barat, Kamis 9/10/2025.
Warga dari tiga Desa Pengambilan Kartu ATM berjubel di Aula desa Kertasari dan jadwal pengambilan di bagi menjadi tiga, yang pertama dari warga Desa Utara yang sebanyak 574 KPM Kurang lebih, dan di susul warga Desa Dewisari dan Kertasari.
banyaknya orang yang berdesakan yang mau mengambil sampai ada warga yang pingsan karena kelelahan menunggu antrian di panggil, awalnya pengaturan berjalan dengan tertib, dan ketika siang hari semakin banyaknya yang antri sampai petugas pun kewalahan untuk mencegah warga, jangan sampe antrinya berjubelan.
Namun warga tidak memperdulikan dari pihak aparat dan banyak yang menerobos ingin cepat masuk, padahal di Dalam aula yang menunggu giliran dipanggil oleh pihak Bank masih penuh, banyaknya warga yang tidak sabar mengantri Akhirnya banyak yang menerobos penjagaan aparat desa, bahkan Linmas pun yang menjaga di pintu masuk sangat kewalahan.
ada salah satu warga berasal dari Dusun cikangkung Menjelaskan kepada awak media ketika di tanya, ibu antri sudah lama Bu, lalu si ibu menjawab saya antri dari pagi dan sampai saat ini belum di panggil, seharus nya dari para petugas memberi arahan dan jangan sampai kondisi di Dalam seperti ini sampe berjubel, kan tahu sendiri ruangan aula nya sempit.
saking banyaknya orang di Dalam menunggu giliran di panggil oleh pihak Petugas Bank, ada satu orang yang pingsan karena kepanasan dan lama menunggu, Mungkin kelelahan ibu yang pingsan itu, ujar ibu yang ikut ngantri asal dari Desa Utara warga cikangkung.
Hasil pantauan awak media secara langsung melihat di Dalam ruangan aula itu betul adanya sangat berdesakan, bahkan sampai berebutan ketika pas dari pihak petugas selesai memberikan Kartu ATM Yang di terima oleh warga, lalu bergantian sampai dari petugas pun Kewalahan.
(Enday Sukandi)


