Bupati Askolani dan Kadis Pertanian Banyuasin Gencarkan Percepatan Tanam Padi IP 100 di Lahan OPLA, Targetkan Peningkatan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani
Banyuasin (Sumatera Selatan), dimensitivinews.com
Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menggalakkan percepatan tanam padi IP 100 di lahan Program Optimasi Lahan Pertanian (OPLA). Pada hari Sabtu, 8 November 2025, Bupati Banyuasin, H. Askolani, S.H., M.H., bersama Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura, Sarip, S.P., M.M., secara langsung melakukan tabur benih padi IP 100 di Desa Air Solok Batu, Kecamatan Air Salek.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap petani dalam meningkatkan produktivitas padi. Program OPLA sendiri merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, meningkatkan produktivitas tanaman, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Dalam kegiatan tersebut, hadir pula sejumlah pejabat penting lainnya, antara lain Dandim 0430, anggota DPRD Banyuasin Arisa Lahari, Danramil, Kapolsek Makarti Jaya, Camat Air Salek, Kapolpos, Koordinator Lapangan (Korlap) Air Salek Maryati, S.P., M.Si., serta seluruh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) se-Kecamatan Air Salek. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan sinergi dan dukungan penuh dari berbagai pihak dalam mensukseskan program percepatan tanam padi IP 100.
Korlap Air Salek, Maryati, S.P., M.Si., dalam keterangannya menjelaskan bahwa pendampingan dan arahan dari PPL sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam bercocok tanam padi. "Melalui pendampingan yang intensif, para petani memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai cara penanaman padi yang baik dan benar, mulai dari pemilihan benih, pengolahan lahan, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanam Pangan dan Hortikultura, Sarip, S.P., M.M., menyampaikan harapannya agar para petani dapat mengikuti setiap petunjuk yang diberikan oleh PPL dengan sebaik-baiknya. "Kami berharap para petani dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dari PPL dalam praktik di lapangan. Dengan demikian, hasil panen yang diperoleh akan maksimal dan sesuai dengan harapan," katanya.
Sarip juga menyampaikan apresiasi kepada para petani di Desa Solok Batu yang telah berpartisipasi aktif dalam mendukung program swasembada pangan di Kabupaten Banyuasin. "Kami sangat berterima kasih kepada para petani yang telah bersedia memanfaatkan lahan mereka untuk kegiatan OPLA dan mengikuti program percepatan tanam padi IP 100. Semoga dengan adanya program ini, kita dapat meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas padi di Banyuasin, serta mewujudkan Banyuasin sebagai daerah nomor 1 penghasil gabah di Sumatera Selatan," pungkasnya.
Bupati Banyuasin, H. Askolani, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program percepatan tanam padi IP 100 merupakan salah satu upaya konkret Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam meningkatkan kesejahteraan petani. "Kami menyadari bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang sangat penting bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Banyuasin. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui berbagai program dan kegiatan, salah satunya adalah program percepatan tanam padi IP 100 ini," ujarnya.
Selain itu, Bupati Askolani juga menyinggung mengenai Gerakan Bersama Masyarakat yang telah diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di berbagai sektor, termasuk sektor pertanian. "Melalui Gerakan Bersama Masyarakat, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Banyuasin yang lebih maju dan sejahtera," katanya.
Gerakan Bersama Masyarakat telah dilaksanakan secara merata di 21 kecamatan di Kabupaten Banyuasin, dengan melibatkan peran serta perangkat daerah dan stakeholder terkait yang bahu membahu bersama masyarakat. Kebiasaan gotong royong ini diharapkan dapat menjadi modal sosial yang kuat dalam membangun Banyuasin yang lebih baik.
Dengan adanya program percepatan tanam padi IP 100 dan Gerakan Bersama Masyarakat, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Banyuasin akan semakin maju dan berkembang, serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat Banyuasin secara keseluruhan.
(Yusan)











