Kali Regasi Rengasdengklok Bebas Eceng Gondok: Pengerukan Intensif Atasi Sumbatan Saluran Air
Karawang (Jawa Barat), dimensitivinews.com.
Tumpukan eceng gondok yang menghambat aliran air di Kali Regasi, Rengasdengklok, kini mulai teratasi. Pemerintah Kabupaten Karawang melalui PJT (Pengelola Jaringan Irigasi) Rengasdengklok melakukan pengerukan intensif di sekitar pintu air 12 dan 13. Kegiatan ini melibatkan alat berat dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, Selasa (18/11/2025).
Pengerukan ini ditinjau langsung oleh Kapolsek Rengasdengklok, Satpol PP Kecamatan Rengasdengklok, Danramil Rengasdengklok, dan aparat Desa Rengasdengklok Selatan. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen bersama untuk mengatasi masalah lingkungan yang berdampak pada kelancaran irigasi.
Menurut salah satu petugas PJT pintu air 13, pengerukan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Pemerintah Kabupaten Karawang melalui program PATEN (Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan). Program ini menekankan pentingnya peran aktif kecamatan dan desa dalam menjaga kebersihan saluran air, baik di Kali Regasi maupun di perkampungan.
"Pemerintah Kabupaten sudah menginstruksikan agar setiap kecamatan dan desa turun langsung ke lapangan dan segera membersihkan saluran air yang tersendat sampah. Apalagi sekarang sudah masuk musim penghujan, maka setiap saluran air harus tertata rapih," ujarnya.
Warga sekitar menyambut baik upaya pengerukan ini. Mereka mengeluhkan tumpukan eceng gondok dan sampah plastik yang menyebabkan air menjadi kotor dan berbau. Dengan adanya pengerukan, diharapkan aliran air menjadi lancar dan kualitas air meningkat.
H. Ahmad, seorang petani warga Desa Rengasdengklok Selatan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas adanya normalisasi sungai dan pembersihan eceng gondok. Ia juga mengenang peran petugas penjaga pintu air (waker) yang dulu rutin membersihkan eceng gondok, namun kewalahan karena volume sampah yang terlalu banyak.
"Saya sebagai petani merasa bersyukur dan alhamdulillah jika ada pengangkatan eceng gondok ini. Dulu setiap ada tumpukan eceng cepat dibersihkan oleh petugas, tapi mungkin karena sampah eceng gondok terlalu banyak, sehingga petugas kewalahan," ujarnya.
Dengan adanya pengerukan ini, diharapkan aliran air ke persawahan menjadi lancar dan petani dapat meningkatkan hasil panen.
(Enday Sukandi)



