Konferensi PGRI Pekanbaru Ricuh, 11 Pengurus Cabang Tolak Hasil Pemilihan
Pekanbaru (Riau), dimensitivinews.com.
Gelombang penolakan mengguncang tubuh PGRI Kota Pekanbaru! Sebanyak 11 pengurus cabang yang sah dan aktif menyatakan sikap keras menolak hasil konferensi PGRI yang digelar pada 3 November 2025 lalu di Gedung Guru Rusli Zainal.
Kekecewaan ini bermula dari proses pemilihan ketua PGRI Kota Pekanbaru yang dinilai penuh kejanggalan. 11 pengurus cabang tersebut menyampaikan 8 poin penolakan yang menyoroti mekanisme pemilihan yang dianggap tidak transparan dan melanggar AD/ART organisasi.
8 Poin Penolakan Menggema
Berikut adalah poin-poin penolakan yang disampaikan oleh 11 pengurus cabang PGRI Kota Pekanbaru:
1. SK ketua dan pengurus cabang se-Kota Pekanbaru masih aktif dan berlaku.
2. Pengangkatan Plt ketua cabang PGRI se-Kota Pekanbaru dilakukan sepihak tanpa sosialisasi dan koordinasi.
3. Plt cabang yang ditunjuk tidak pernah menjadi pengurus PGRI cabang.
4. Penunjukan PGRI cabang saat konferensi dilakukan sepihak tanpa mekanisme yang jelas.
5. Konferensi PGRI kota tidak melibatkan pengurus cabang PGRI se-Kota Pekanbaru.
6. Peserta konferensi mengaku ditunjuk sebagai Plt PGRI cabang secara mendadak.
7. Meminta Walikota Pekanbaru selaku dewan pembina PGRI Kota Pekanbaru mengambil alih kebijakan dan pembinaan.
8. Menuntut PGRI Provinsi Riau tidak mencampuri urusan internal PGRI Kota Pekanbaru.
Tuding Ketua PGRI Riau Arogan
Para pengurus cabang menuding Ketua PGRI Riau melakukan tindakan arogan dengan menunjuk Plt ketua PGRI kecamatan secara tertutup dan tidak diketahui oleh ketua K3S kecamatan. Mereka menilai tindakan ini sangat melukai hati para pengurus PGRI cabang yang masih aktif.
Harapan kepada Walikota Pekanbaru
Dengan penuh harap, 11 pengurus cabang PGRI Kota Pekanbaru meminta Walikota Pekanbaru selaku dewan pembina PGRI Kota Pekanbaru untuk turun tangan mengambil alih seluruh kebijakan dan pembinaan.
Ancaman Perlawanan Keras
Jika Ketua PGRI Riau tidak merespon gejolak penolakan ini, mereka mengancam akan melakukan perlawanan keras untuk membatalkan ketua PGRI Pekanbaru yang terpilih secara tidak sah. Mereka bertekad untuk membersihkan nama baik organisasi PGRI yang tercoreng akibat proses pemilihan yang dinilai licik.
Konflik internal di tubuh PGRI Kota Pekanbaru ini menjadi sorotan publik. Bagaimana kelanjutan dari polemik ini? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
(Arfah Adha Mansyur)


