Makassar Gerakkan Kekuatan Akar Rumput: RT/RW Jadi Garda Depan dalam Misi Penanggulangan Kemiskinan, Target Ambisius di Bawah 3,5% pada 2027
Makassar (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com
Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah strategis dengan merangkul kekuatan akar rumput, menjadikan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sebagai garda terdepan dalam upaya ambisius menanggulangi kemiskinan di Kota Daeng. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, dengan lantang menyerukan pentingnya peran aktif dan keterlibatan langsung para pemimpin komunitas ini dalam memastikan setiap program dan intervensi pemerintah benar-benar menyentuh dan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat yang membutuhkan.
Seruan penting ini disampaikan Aliyah Mustika Ilham saat menjadi narasumber utama dalam Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Makassar, sebuah forum strategis yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar. Rapat koordinasi ini menjadi wadah penting untuk menyatukan visi, menyelaraskan langkah, dan merumuskan strategi yang lebih efektif dalam memerangi kemiskinan di Kota Makassar.
Dalam paparannya yang komprehensif, Aliyah Mustika Ilham dengan tegas menyatakan bahwa penanggulangan kemiskinan bukanlah sekadar urusan angka-angka statistik dan data-data abstrak, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan dan program yang dirancang haruslah berorientasi pada hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya sekadar memenuhi target-target formalitas.
Aliyah Mustika Ilham dengan gamblang memaparkan kondisi terkini tingkat kemiskinan di Kota Makassar, yang pada tahun 2024 masih berada di angka 4,97 persen. Namun, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar memiliki target yang sangat ambisius, yaitu menekan angka kemiskinan ini hingga di bawah 3,5 persen pada tahun 2027. Target ini sejalan dengan arah dan tujuan yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, yang menjadi kompas pembangunan Kota Makassar dalam lima tahun ke depan.
"Penanggulangan kemiskinan bukan hanya urusan data dan angka, tetapi tentang bagaimana kebijakan benar-benar menyentuh masyarakat. Semua pihak harus bekerja bersama agar hasilnya nyata," ujar Aliyah Mustika Ilham dengan nada penuh semangat, saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi TKPKD.
Wakil Wali Kota yang dikenal dekat dengan masyarakat ini juga menekankan pentingnya peran RT dan RW sebagai mata dan telinga pemerintah di tingkat akar rumput. Ia menjelaskan bahwa RT dan RW memiliki pemahaman yang mendalam tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayahnya, sehingga dapat memberikan informasi yang akurat dan relevan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
"Setelah pelantikan nanti, RT dan RW diharapkan mampu menyisir betul-betul warga miskin di wilayahnya. Kinerja mereka akan sangat berpengaruh terhadap tingkat penurunan kemiskinan di Kota Makassar," jelasnya dengan nada serius.
Menurut Aliyah Mustika Ilham, kolaborasi yang erat dan sinergis di tingkat akar rumput merupakan kunci utama dalam mempercepat program pengentasan kemiskinan di Kota Makassar. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, hingga seluruh lapisan masyarakat, memiliki komitmen dan semangat yang sama untuk menurunkan angka kemiskinan di Kota Daeng.
"Kami berharap seluruh pihak dapat berkomitmen dan berkolaborasi. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama untuk membangun kesejahteraan warga Makassar," tambahnya dengan penuh harap.
Rapat Koordinasi TKPKD ini tidak hanya menjadi ajang untuk menyampaikan arahan dan instruksi, tetapi juga menjadi forum diskusi yang konstruktif untuk membahas berbagai isu strategis terkait penanggulangan kemiskinan. Beberapa isu penting yang menjadi fokus pembahasan antara lain kesenjangan pendapatan antar kelompok masyarakat, pemerataan akses terhadap layanan dasar pendidikan dan kesehatan, serta peningkatan inklusivitas bagi penyandang disabilitas di sektor formal.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat langkah bersama, menyatukan tekad, dan merapatkan barisan dalam mewujudkan visi Makassar yang lebih sejahtera, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh warganya. Dengan menggandeng kekuatan akar rumput dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kota Makassar optimis dapat mencapai target ambisius dalam menekan angka kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warga Kota Daeng.
(Arfah Adha Mansyur)


