Rengasdengklok Gelar Rapat Minggon, Evaluasi Program dan Bahas Isu Strategis
Karawang (Jawa Barat), dimensitivinews.com.
Suasana UPTD Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, pada Selasa (11/11/2025) tampak lebih ramai dari biasanya. Hari itu, digelar rapat minggon rutin yang menjadi wadah koordinasi dan evaluasi bagi seluruh elemen pemerintahan di tingkat kecamatan. Namun, di balik pembahasan sejumlah agenda penting, terselip sebuah pertanyaan besar, mengapa banyak kepala desa yang absen?
Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri oleh Camat Rengasdengklok, perwakilan dari Koramil, Kepala UPTD Kalangsari, para dokter dari Puskesmas Kalangsari dan Puskesmas Rengasdengklok, Kecamatan Rengasdengklok, Kepala K U A Rengasdengklok, serta para sekretaris desa (sekdes) yang mewakili kepala desa masing-masing. Hanya satu kepala desa yang tampak hadir, yakni Haji Lili Suherman SH, Kepala Desa Kalangsurya.
Agenda utama rapat minggon kali ini adalah membahas hasil pelaksanaan program PATEN (Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan), yang telah dilaksanakan pada minggu sebelumnya. Program ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus berbagai dokumen kependudukan, seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan akta kelahiran.
Sekcam Rengasdengklok dalam sambutannya menyampaikan kabar gembira terkait kesuksesan program PATEN. "Alhamdulillah, berkat kerja keras kita semua, hampir seluruh masyarakat dari sembilan desa di Kecamatan Rengasdengklok yang mengajukan pembuatan KK, KTP, serta akta kelahiran sudah selesai dicetak. Dokumen-dokumen tersebut sudah bisa diambil di kantor kecamatan", ujarnya dengan nada bangga.
Lebih lanjut, rapat juga membahas sejumlah isu penting lainnya, seperti upaya menjaga kebersihan lingkungan, pelaksanaan program makan gratis bagi masyarakat kurang mampu, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan. Kepala UPTD Kalangsari, Haji Daud, dalam kesempatan tersebut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kondisi ruang rapat yang kurang memadai.
"Kami mohon maaf karena ruangan yang kita gunakan ini sebenarnya adalah ruang rawat inap. Namun, karena fasilitas rawat inap di Puskesmas Kalangsari belum memadai, ruangan ini terpaksa kita gunakan sebagai tempat rapat. Kami berharap, dengan dukungan dan doa dari semua pihak, tahun depan Puskesmas Kalangsari sudah bisa melayani pasien rawat inap", tuturnya.
Haji Daud juga menjelaskan bahwa saat ini Puskesmas Kalangsari hanya dapat melayani pasien rawat jalan. Jika ada pasien yang membutuhkan rawat inap, pihaknya akan memberikan surat rujukan untuk dirawat di RSUD atau Puskesmas Rengasdengklok yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
Namun, di tengah pembahasan berbagai agenda penting tersebut, perhatian sejumlah awak media yang hadir justru tertuju pada satu hal, minimnya kehadiran kepala desa. Dari sembilan desa di Kecamatan Rengasdengklok, hanya satu kepala desa yang hadir langsung, sementara delapan kepala desa lainnya hanya diwakili oleh sekretaris desa.
Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar, Mengapa para kepala desa tersebut tidak hadir dalam rapat minggon yang notabene merupakan forum penting, untuk membahas berbagai isu pembangunan dan pelayanan masyarakat di tingkat kecamatan? Apakah ada agenda lain yang lebih penting? Atau ada alasan lain yang menyebabkan mereka tidak dapat hadir?
Salah seorang awak media mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Sekcam Rengasdengklok seusai rapat. Namun, Sekcam belum memberikan jawaban yang pasti. "Nanti akan kami evaluasi lebih lanjut terkait kehadiran para kepala desa ini", ujarnya singkat.
Ketidakhadiran para kepala desa ini tentu menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kecamatan Rengasdengklok. Diharapkan, ke depannya para kepala desa dapat lebih aktif berpartisipasi dalam rapat minggon dan forum-forum koordinasi lainnya, demi meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kecamatan Rengasdengklok.
(Enday Sukandi)




