Takalar Siapkan ASN Unggul: Ratusan Pejabat Ikuti Ujian Kompetensi untuk Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Baik
Takalar (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com.
Pemerintah Kabupaten Takalar menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dengan menggelar ujian kompetensi bagi ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebanyak 468 ASN dari berbagai tingkatan jabatan akan mengikuti ujian yang merupakan bagian dari program nasional Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ujian ini bertujuan untuk memetakan kemampuan dan potensi ASN secara komprehensif melalui profiling yang mendalam. Hasilnya akan menjadi landasan utama bagi kepala daerah dalam menempatkan ASN pada posisi yang paling sesuai dengan kompetensi dan keahlian masing-masing.
Ujian kompetensi ini akan menyasar para pejabat eselon II, III, dan IV, yang memegang peranan penting dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Takalar. Mulai dari sekretaris lurah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga Sekretaris Daerah (Sekda) yang bertanggung jawab atas koordinasi seluruh perangkat daerah, semua akan diuji untuk memastikan kualitas pelayanan publik yang optimal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Takalar, Sayuti, menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian akan dilakukan secara bertahap di Kantor Regional IV BKN Makassar, Jalan Paccerakkang, pada tanggal 20, 21, dan 26 November 2025. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk memastikan fasilitas dan infrastruktur yang memadai dalam mendukung kelancaran proses ujian.
“Ujian kompetensi ini merupakan instruksi nasional yang harus diikuti oleh seluruh daerah di Indonesia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas ASN dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” ujar Sayuti pada Selasa (18/11/2025).
Materi ujian dirancang secara komprehensif untuk menguji berbagai aspek penting yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab ASN. Aspek-aspek tersebut meliputi kemampuan manajerial, yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian; kemampuan psikologis, yang mencakup kepribadian, motivasi, dan kemampuan beradaptasi; serta kemampuan literasi digital, yang mencakup pemahaman dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung pelaksanaan tugas.
Ujian akan dilaksanakan secara daring (online) dengan menggunakan sistem yang terintegrasi dan terjamin keamanannya. Hasil ujian akan langsung dapat diketahui oleh peserta dan pihak-pihak terkait, sehingga menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam proses penilaian.
“Dengan sistem online, hasil ujian dapat langsung terbaca secara transparan. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mewujudkan sistem meritokrasi yang adil dan objektif,” tegas Sayuti.
Sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar menyambut baik pelaksanaan ujian kompetensi ini. Mereka menilai bahwa ujian ini merupakan langkah yang tepat dalam meningkatkan kualitas ASN dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih profesional.
“Ujian kompetensi ini adalah bentuk nyata dari penerapan meritokrasi di lingkungan ASN. Kami berharap, dengan adanya ujian ini, ASN di Takalar akan semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” kata seorang kepala dinas yang enggan disebutkan namanya.
Namun demikian, beberapa pejabat juga mengakui bahwa materi literasi digital menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Mereka menyadari bahwa penguasaan teknologi informasi dan komunikasi menjadi semakin penting di era digital ini, sehingga mereka bertekad untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan di bidang ini.
(Muhammad Risal)


