Notification

×

Iklan

Iklan

Trauma Penculikan: Polda Sulsel Berikan Pendampingan Psikologis Intensif untuk Balita di Makassar

11/13/25 | Kamis, November 13, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-13T12:30:38Z

Trauma Penculikan: Polda Sulsel Berikan Pendampingan Psikologis Intensif untuk Balita di Makassar
 
Makassar (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com

Di tengah hiruk pikuk Kota Makassar, sebuah kisah pilu menimpa seorang balita bernama Bilqis Ramadhani (4). Korban penculikan yang sempat menghebohkan warga ini kini mendapatkan perhatian khusus dari Polda Sulawesi Selatan. Sebagai wujud kepedulian dan komitmen dalam memberikan perlindungan serta pemulihan, Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sulsel terjun langsung memberikan pendampingan psikologis intensif kepada Bilqis dan keluarganya.
 
Kamis, 13 November 2025, pukul 09.00 WITA, tim psikolog dari Biro SDM Polda Sulsel tiba di kediaman Bilqis yang terletak di Jl. Pelita 2, Makassar. Kedatangan mereka bukan hanya sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk membantu memulihkan trauma mendalam yang dialami Bilqis pasca-penculikan.
 
Dengan pendekatan yang lembut dan penuh kasih sayang, para psikolog memulai serangkaian intervensi psikologis yang dirancang khusus untuk anak-anak. Observasi perilaku menjadi langkah awal untuk memahami kondisi emosional Bilqis. Wawancara mendalam dilakukan dengan hati-hati untuk menggali perasaan dan pikiran yang terpendam. Terapi seni pun menjadi media ekspresi yang efektif bagi Bilqis untuk mengungkapkan trauma yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
 
"Kami memahami bahwa peristiwa penculikan ini meninggalkan luka yang mendalam bagi Bilqis dan keluarganya. Oleh karena itu, kami hadir di sini untuk memberikan dukungan psikologis yang komprehensif, agar Bilqis dapat kembali ceria dan tumbuh kembang seperti anak-anak seusianya," ujar salah seorang anggota tim psikolog.
 
Tak hanya Bilqis, kedua orang tuanya pun mendapatkan pendampingan khusus. Mereka diberikan edukasi mengenai cara memahami kondisi psikologis anak pasca-trauma, serta bagaimana memberikan dukungan emosional yang tepat selama masa pemulihan. Keluarga juga diajak untuk berpartisipasi aktif dalam proses terapi, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif bagi penyembuhan Bilqis.
 
Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda Sulsel, menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan psikologis ini merupakan bagian dari komitmen Polda Sulsel dalam memberikan pelayanan dan perlindungan yang humanis kepada masyarakat. "Kami tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga peduli terhadap dampak psikologis yang dialami oleh korban kejahatan. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga negara, khususnya anak-anak, mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang optimal," tegasnya.
 
Lebih lanjut, Kombes Pol. Didik menambahkan bahwa pendampingan psikologis ini akan dilakukan secara berkelanjutan, hingga Bilqis benar-benar pulih dari trauma yang dialaminya. "Kami akan terus memantau perkembangan Bilqis dan memberikan dukungan yang dibutuhkan. Kami berharap, dengan dukungan dari berbagai pihak, Bilqis dapat kembali menatap masa depan dengan penuh harapan," pungkasnya.
 
Kegiatan pendampingan psikologis yang dilakukan oleh Polda Sulsel ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak yang menilai bahwa langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pemulihan bagi korban kejahatan. Diharapkan, kisah Bilqis ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap keselamatan dan kesejahteraan anak-anak.
 
(Arfah Adha Mansyur)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update