Notification

×

Iklan

Iklan

Niat Mencuci Pakaian di Sungai Waenunge Berujung Duka, Pemuda Cilellang Tewas Tenggelam

1/03/26 | Sabtu, Januari 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-03T09:06:30Z

Niat Mencuci Pakaian di Sungai Waenunge Berujung Duka, Pemuda Cilellang Tewas Tenggelam
 
Barru (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com.

Suasana di Dusun Lisu, Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, menjadi suram pada Jumat pagi. Seorang pemuda berusia 19 tahun bernama Asrul, warga Desa Corawali, Kecamatan Cilellang, tewas tenggelam setelah terseret arus Sungai Waenunge saat mencoba berenang.


Peristiwa dimulai sekitar pukul 08.00 WITA ketika korban bersama rombongan keluarga berangkat dari kediamannya untuk mencuci pakaian di sungai tersebut. Setelah melakukan aktivitas mencuci selama sekitar satu jam, korban bersama rekannya Rizky (17) memutuskan untuk berenang.


Tak lama kemudian, arus sungai tiba-tiba menguat dan menyeret keduanya. Rizky berhasil menyelamatkan diri dengan berjuang mencapai tepian meski dalam kondisi kelelahan, namun Asrul terus terbawa arus hingga tenggelam.
 
"Saksi sempat mendengar korban meminta pertolongan, namun karena kondisi keluarga yang panik dan saksi sendiri kelelahan setelah melawan arus, korban tidak dapat diraih," demikian dikutip dari laporan yang diterima pihak berwenang.


Setelah menerima laporan dari warga, tim gabungan yang terdiri dari Koramil 1405-08/Tanete Riaja, Polsek Tanete Riaja, Polres Barru, dan BPBD Kabupaten Barru segera dikerahkan untuk melakukan pencarian. Setelah sekitar 1,5 jam usaha, jasad korban ditemukan pada pukul 10.23 WITA di dasar sungai, tidak jauh dari titik awal ia berenang.
 
Korpus korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Lisu untuk pemeriksaan medis sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka pada pukul 11.00 WITA untuk disemayamkan.


Pihak berwenang menduga peristiwa ini disebabkan oleh kurangnya kewaspadaan korban serta kondisi arus sungai yang berubah secara mendadak. Minimnya papan peringatan di lokasi yang kerap digunakan warga untuk mencuci dan mandi juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan.
 
Untuk mencegah kejadian serupa, aparat setempat memberikan rekomendasi agar Pemerintah Desa segera memasang papan peringatan di titik-titik rawan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak berenang jika arus sungai sedang deras, terutama bagi yang memiliki kemampuan berenang terbatas. Selain itu, akan dilakukan pengawasan yang lebih ketat di sekitar area sungai yang sering dikunjungi masyarakat.
 
Keluarga korban saat ini masih dalam suasana duka mendalam akibat musibah yang terjadi di awal tahun 2026.
 
(Syahruddin Cokkas)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update