Pemkab Barru Luncurkan Call Center 112 dan Aplikasi Digital Layanan Publik di Awal Tahun 2026
Barru (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com
Pemerintah Kabupaten Barru memulai tahun 2026 dengan terobosan dalam pelayanan publik. Bupati Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., secara resmi meluncurkan Call Center Darurat 112 sekaligus meresmikan empat aplikasi layanan publik berbasis digital di Lantai 6 Mal Pelayanan Publik (MPP) Kantor Bupati Barru, Selasa.
Acara ini menjadi lebih bermakna karena merupakan hari pertama Bupati kembali berkantor setelah menjalani masa pemulihan kesehatan. "Alhamdulillah, berkat doa semua pihak, hari ini saya bisa kembali berkantor dengan semangat ’45. Kegiatan hari ini berkaitan langsung dengan pelayanan penting dan keselamatan masyarakat," ucapnya dengan rasa syukur.
Hadir mendukung peluncuran layanan nasional tersebut, perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yaitu Ketua Tim Fasilitasi Sistem Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (PMPB) Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Agung Setio Utomo, S.Sos., beserta jajarannya. Turut hadir juga Direktur Utama PT Trada Telekom Indonesia Mismanto, Director of Business Development Hary Fridayanto, dan Manager Regional Indonesia Timur Nining.
Call Center 112: Instrumen Vital Keselamatan Masyarakat
Bupati menegaskan bahwa Call Center 112 merupakan milik masyarakat dan siap menangani berbagai kondisi darurat mulai dari kebakaran, kecelakaan, gangguan keamanan, hingga kasus medis. "Kalau orang menekan 112, berarti ada masalah. Layanan ini harus dijaga, dijawab dengan cepat, dan dijalankan penuh tanggung jawab," tegasnya.
Ia menekankan perlunya sosialisasi masif hingga ke tingkat keluarga agar masyarakat hanya mengingat satu nomor darurat. Selain itu, kolaborasi lintas OPD dan Forkopimda perlu ditingkatkan untuk memastikan respons cepat dan terkoordinasi. Bupati juga menyampaikan harapan akan dukungan pusat terkait penguatan sarana pendukung seperti armada pemadam kebakaran dan ambulans.
Empat Aplikasi Digital Siap Bantu Masyarakat
Selain Call Center 112, empat aplikasi layanan publik juga diresmikan:
- Aplikasi Singgah di Barru: Etalase digital potensi pariwisata dan investasi daerah.
- Aplikasi Si Penting: Untuk pencegahan dan penanganan stunting.
- Aplikasi PPID: Memastikan keterbukaan informasi publik.
- SIGAP Desa: Sistem informasi pemerintahan desa terpadu.
"Seluruh aplikasi tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus dijalankan secara berkelanjutan, responsif, dan didukung pembaruan data berkala," ujar Bupati. Ia juga mengaitkannya dengan kebijakan nasional, termasuk mendukung Program Sekolah Rakyat agar semua anak mendapatkan hak pendidikan tanpa hambatan ekonomi.
Layanan 112 Berstandar Internasional
Agung Setio Utomo menyampaikan bahwa peluncuran Call Center 112 di Barru merupakan yang pertama di awal tahun 2026 untuk memperkuat sistem layanan darurat terpadu. Ia mengapresiasi komitmen Pemkab Barru dalam mengoperasionalkan nomor darurat tunggal yang telah menjadi standar internasional dari International Telecommunication Union (ITU).
"Layanan 112 bisa diakses secara bebas pulsa, tanpa kuota internet, dan tetap berfungsi meski ponsel terkunci. Seluruh operator seluler di Barru telah membuka akses, dan akan mendapat pendampingan teknis berkelanjutan dari Komdigi dan PT Trada Telekom Indonesia," jelasnya.
Menurutnya, layanan ini memiliki dasar hukum kuat melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 10 Tahun 2016. Agung juga mendorong sosialisasi melalui pemasangan stiker 112 pada kendaraan dinas dan sarana publik agar lebih mudah diingat masyarakat.
Hadir dalam acara tersebut juga unsur Forkopimda Barru, Pj Sekda Barru, perwakilan lembaga peradilan, staf ahli bupati, asisten setda, pimpinan OPD, instansi vertikal, Danpos TNI AL Barru, camat, call taker serta responder 112, dan undangan lainnya.
(Darman)










