Ribuan Warga Pusakajaya Selatan Rayakan Tradisi Hajat Bumi Usai Panen
Karawang (Jawa Barat), dimensitivinews.com.
Desa Pusakajaya Selatan, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, dipenuhi kemeriahan pada Sabtu siang (24/01/2026). Ribuan warga berkumpul di jalan untuk mengikuti Pagelaran Hajat Bumi, tradisi tahunan yang menjadi bentuk syukur atas hasil panen padi dan hasil bumi yang melimpah di wilayah tersebut.
Acara dibuka dengan penampilan kreasi seni ibing pencak silat dari anak-anak desa. Setelah itu, diadakan arak-arakan atau dongdang, yaitu wadah besar yang diisi berbagai hasil bumi dan dihiasi cantik, yang berkeliling lingkungan desa.
Camat Cilebar, Romli, secara resmi melepas iring-iringan dongdang yang dihiasi hasil palawija mulai dari padi, sayuran, hingga buah-buahan segar. Dalam sambutannya, ia mengaku bangga dengan antusias dan semangat gotong royong warga yang masih terjaga kuat.
"Kami ingin mengajak generasi muda untuk mempertahankan dan melestarikan budaya asli ini agar tidak tergerus budaya asing, karena ada nilai positif di dalamnya, terutama tentang kebersamaan dan kekeluargaan", ujar Romli yang menyebutkan acara ini juga menjadi jembatan silaturahmi antar warga.
Kepala Desa Pusakajaya Selatan, Yulike Mutiara, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur kolektif kepada Allah Subahana wataala atas limpahan rezeki, mengingat sektor pertanian menjadi nadi ekonomi desa.
"Pemerintah Desa bersama warga sangat kompak menyelenggarakan tradisi ini. Selain sebagai ritual syukur, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi agar hubungan antar warga tetap solid dan rukun", jelasnya.
Sejalan dengan itu, Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Tajjudin Nur, menekankan bahwa Hajat Bumi rutin dilaksanakan setiap tahun setelah masa panen usai dan menjadi penanda spiritual sebelum para petani kembali turun ke sawah.
"Kegiatan ini juga menjadi tanda dimulainya musim bercocok tanam baru. Kami memohon doa agar pemberian rezeki di musim mendatang tetap melimpah seperti tahun ini", pungkas Tajjudin.
Kemeriahan acara ditutup dengan pementasan kesenian tradisional yang menghibur warga hingga sore hari, menciptakan suasana pedesaan yang kental dengan nilai-nilai leluhur.
(Ganda)







