MTQ ke-37 Barru Resmi Digelar, 114 Peserta Siap Berlomba dan Syiar Al-Qur’an
Barru (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 Tingkat Kabupaten Barru Tahun 2026 resmi dimulai di Alun-Alun Colliq Pujie, Selasa malam (10/2/2026). Kegiatan tahunan ini dibuka oleh Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana, Abubakar, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa perhelatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan generasi Qur’ani serta persiapan menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan digelar di Kabupaten Maros.
MTQ ke-37 akan berlangsung selama lima hari, mulai 10 hingga 14 Februari 2026, dengan pusat kegiatan di Kecamatan Barru. Berbagai lokasi disiapkan sebagai arena lomba, antara lain Aula Pettu Adae Lantai 6 Gedung Mal Pelayanan Publik, Mushalla Al-Furqan Kantor Bupati, dan Ruang Data Sekretariat Daerah Kabupaten Barru.
Sebanyak 114 peserta dari tujuh kecamatan turut ambil bagian dalam ajang ini, didampingi oleh 28 official, 35 panitia, dan 21 penggembira. Kehadiran ratusan peserta tersebut menjadi bukti semangat masyarakat dalam menghidupkan syiar Al-Qur’an dan memperkuat pembinaan tilawah di daerah.
Mengusung tema “Membumikan Al-Qur’an untuk Barru Berkeadilan, Barru Berkelanjutan, Barru Sejahtera Lebih Cepat,” Abubakar berharap kegiatan ini mampu menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan sekadar seremonial.
“Semoga MTQ ini berjalan aman dan tertib hingga penutupan, serta melahirkan qori dan qoriah terbaik yang siap mengharumkan nama Kabupaten Barru di tingkat provinsi,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Agama, hingga masyarakat dan dermawan yang telah mendukung kesuksesan acara.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, Dr. H. Imran, S.Ag., M.Si., mengapresiasi komitmen Bupati dan Wakil Bupati dalam menyelenggarakan MTQ. Ia menyoroti pentingnya kegiatan ini mengingat masih ada beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan yang tidak melaksanakan MTQ tingkat daerah dan langsung mengikuti penunjukan di tingkat provinsi.
Menurutnya, Al-Qur’an bukan hanya pedoman hidup, tetapi juga penyejuk hati dan perekat hubungan sosial. Semakin banyak masyarakat yang membaca dan mengamalkannya, semakin baik pula kehidupan bermasyarakat.
Dr. H. Imran juga menyampaikan optimisme bahwa Barru akan melahirkan qari dan qoriah terbaik untuk tingkat provinsi. Keyakinan ini didasari oleh kualitas peserta, baik dari kalangan senior yang masih memiliki kemampuan tilawah prima, maupun generasi muda yang menjadi harapan masa depan.
(Darman)








