Notification

×

Iklan

Iklan

Produktivitas Jagung Tinggi di Barru, Pengambilan Ubinan Kelompok Tani To Nepo Capai 12 Ton per Hektare

2/28/26 | Sabtu, Februari 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-28T06:51:44Z

Produktivitas Jagung Tinggi di Barru – Pengambilan Ubinan Kelompok Tani To Nepo Capai 12 Ton per Hektare
 
Barru (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com

Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mallusetasi bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barru melakukan pengambilan ubinan jagung di lahan Kelompok Tani To Nepo. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (28/2) berlokasi di Dusun Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi.


Pengambilan ubinan bertujuan mengumpulkan data produktivitas tanaman jagung untuk memperoleh estimasi hasil panen yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara statistik. Data ini menjadi dasar penyusunan kebijakan serta evaluasi program pertanian di tingkat daerah dan nasional.
 
Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator BPP Mallusetasi Burhan, S.ST; Fungsional Umum BPS Kabupaten Barru Rahmat; Penyuluh Pertanian Desa Nepo Liza Vibriana, S.ST; Bhabinkamtibmas Desa Nepo Aiptu Hajar Kasim; Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kasih Ibu Mareppang Sumriani; serta Sekretaris Kelompok Tani To Nepo Darman.


Ubinan dilakukan pada tanaman jagung varietas Maxxi 2 yang berasal dari bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025. Dengan luas sampel 2 meter x 4 meter (8 meter persegi), diperoleh berat tongkol basah sebesar 7,66 kilogram. Berdasarkan konversi, produktivitas diproyeksikan mencapai sekitar 12 ton per hektare untuk tongkol basah dan 5–6 ton per hektare untuk tongkol kering – angka yang menunjukkan capaian produksi sangat baik.
 
“Kami apresiasi kerja keras para petani Desa Nepo. Dalam satu musim tanam, total produksi di Dusun Mareppang dengan luas lahan sekitar 130 hektare mampu mencapai 250 ton,” ujar Burhan, S.ST didampingi Liza Vibriana, S.ST. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan pusat.


Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian Pertanian dalam penyediaan sarana produksi, yang menjadi faktor pendukung peningkatan hasil panen sesuai dengan komitmen pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional.
 
Sementara itu, Aiptu Hajar Kasim menegaskan bahwa pihak kepolisian terus mendampingi petani dari tahap penanaman hingga panen, serta mengawal stabilitas harga jagung sesuai ketentuan pemerintah.
 
Anggota Kelompok Tani To Nepo dan Mareppang berharap sinergitas antara petani dan pemangku kepentingan dapat terus terjalin, sehingga kesejahteraan petani meningkat dan sektor pertanian Kabupaten Barru semakin maju.
 
Dengan semangat “Petani Makmur, Masyarakat Sejahtera,” kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

(Darman)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update