Barru Capai 80,23 Persen Target Tanam Maret 2026, Optimistis Tembus Zona Hijau
BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Kinerja sektor pertanian Kabupaten Barru menunjukkan tren positif. Hingga akhir Maret 2026, realisasi luas tambah tanam (LTT) telah mencapai 80,23 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian ini ditandai dengan pelaksanaan gerakan tanam padi bersama yang dipusatkan di Kelompok Tani Mangusahae, Desa Kamiri, Kecamatan Balusu, Selasa (24/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol optimisme Barru untuk segera menembus “zona hijau”, yakni kategori daerah yang mampu memenuhi target tanam nasional.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. M. Amin, MP, memberikan apresiasi atas kinerja pemerintah daerah, penyuluh, serta kelompok tani di Barru.
“Capaian ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan petani dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai program, mulai dari penyuluhan intensif, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, hingga pemantauan indeks pertanaman secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Barru menyebutkan, target tanam Maret 2026 ditetapkan sekitar 200 hektare, dengan realisasi mencapai 164 hektare.
“Posisi saat ini sudah berada di zona kuning atau kategori aman. Insyaallah, hingga akhir Maret kami optimistis bisa menembus zona hijau,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Barru tengah memasuki masa panen musim tanam 2025/2026 dengan luas panen sekitar 2.140 hektare dari total realisasi tanam 16.042 hektare. Harga gabah di tingkat petani pun tergolong baik, berkisar Rp6.700 hingga Rp6.800 per kilogram gabah kering panen (GKP), melampaui harga acuan yang ditetapkan pemerintah.
Untuk menjaga produktivitas, pemerintah daerah mendorong percepatan tanam, terutama menjelang musim kemarau. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah pantai barat termasuk Barru diperkirakan akan memasuki musim kering lebih awal pada April dengan durasi yang cukup panjang.
“Kami berharap percepatan tanam bisa mengantisipasi dampak musim kemarau, sehingga hasil produksi tetap optimal,” tambahnya.
Puncak panen diperkirakan berlangsung pada pekan ketiga hingga keempat April 2026. Proses panen pun semakin efisien berkat penggunaan alat modern seperti combine harvester yang mempercepat pekerjaan petani.
Pemerintah Kabupaten Barru juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian RI atas dukungan yang diberikan, baik dalam bentuk program maupun bantuan sarana pertanian.
Dengan capaian tersebut, Barru dinilai memiliki peluang besar untuk mempertahankan pertumbuhan sektor pertanian sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tanam bersama ini turut dihadiri sejumlah pejabat, unsur TNI melalui Koramil dan Babinsa, perwakilan kecamatan, penyuluh pertanian, pemerintah desa, serta kelompok tani setempat.
(Darman)






