Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Barru Ajak Warga Maknai Idulfitri sebagai Momentum Introspeksi dan Penguatan Persaudaraan

3/22/26 | Minggu, Maret 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-22T03:51:09Z

Bupati Barru Ajak Warga Maknai Idulfitri sebagai Momentum Introspeksi dan Penguatan Persaudaraan

BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Nurul Iman, Kabupaten Barru, Sabtu (21/3/2026). Di hadapan ratusan jamaah, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyampaikan pesan reflektif tentang makna Idulfitri sebagai ruang memperbaiki diri dan mempererat hubungan antarsesama.

Dalam sambutannya, Bupati mengajak masyarakat tidak sekadar merayakan hari kemenangan, tetapi juga merenungkan nilai-nilai Ramadan yang telah dijalani selama sebulan penuh.

“Ramadan telah melatih kita menahan diri, peduli terhadap sesama, serta menjunjung kejujuran dan amanah. Pertanyaannya, apakah nilai-nilai itu masih kita jaga, atau justru memudar setelah Ramadan berlalu,” ujarnya.

Ia menegaskan, Idulfitri seharusnya menjadi titik awal untuk memperkuat nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Di Barru, nilai tersebut selaras dengan falsafah lokal Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge yang menekankan saling menghargai, memuliakan, dan mengingatkan dalam kebaikan.

“Momentum ini adalah saat yang tepat untuk melebur perbedaan, menyelesaikan perselisihan, serta membangun kembali jalinan persaudaraan,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati mengingatkan bahwa esensi Idulfitri tidak terletak pada simbol lahiriah, melainkan pada peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan. Ia menyebut, Idulfitri adalah momentum yang menyejukkan hati sekaligus menguatkan jiwa dalam menghadapi kehidupan.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung perjalanan pembangunan Kabupaten Barru yang dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari dinamika ekonomi global hingga persoalan sosial. Namun, ia optimistis seluruh tantangan dapat diatasi melalui semangat Yassiberrui dan sinergi antara pemerintah, ulama, serta masyarakat.

“Selama kita bersatu, tidak ada rintangan yang tidak bisa kita lalui,” katanya.

Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Barru akan memprioritaskan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa. Sejumlah sektor menjadi fokus utama, seperti peningkatan kesejahteraan petani, pembangunan infrastruktur, serta penguatan layanan dasar.

Di bidang pendidikan, Bupati menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, khususnya bagi keluarga prasejahtera.

“Pendidikan adalah hak setiap anak. Tidak boleh ada anak Barru yang tertinggal, termasuk melalui program sekolah gratis yang terus kami dorong,” ujarnya.

Meski pembangunan fisik terus digencarkan, ia mengingatkan pentingnya keseimbangan dengan pembangunan spiritual. Menurutnya, nilai-nilai keimanan harus menjadi fondasi dalam menjaga kebersamaan dan keharmonisan masyarakat.

Bupati juga menyampaikan pesan khusus kepada para perantau yang pulang kampung agar memanfaatkan momen Idulfitri untuk mempererat hubungan keluarga, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah.

“Jangan lupakan tanah kelahiran. Barru akan selalu menjadi rumah bagi kita semua,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk saling memaafkan dengan tulus, menjaga persatuan, serta merawat fasilitas publik sebagai aset bersama.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, Dr. H. Irman, dalam khutbah Idulfitri menekankan pentingnya menekan ego dan menyeimbangkan kehidupan duniawi dan ukhrawi.

Ia mengingatkan bahwa kalimat takbir “Allahu Akbar” menjadi pengingat agar manusia tidak terjebak pada kesombongan, termasuk atas capaian ibadah selama Ramadan.

“Yang Maha Besar hanyalah Allah. Dari situlah kita belajar bahwa persoalan hidup menjadi kecil di hadapan kebesaran-Nya,” pesannya.

Ia juga menyoroti pentingnya nilai-nilai Ramadan dalam tata kelola kehidupan, termasuk dalam pemerintahan yang menjunjung profesionalisme dan keadilan. Selain itu, ia mendorong optimalisasi peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Menutup khutbahnya, Irman mengajak masyarakat menjadikan bulan Syawal sebagai awal untuk meningkatkan kualitas diri, melanjutkan semangat disiplin, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dibangun selama Ramadan.

(Darman)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update