Notification

×

Iklan

Iklan

Kendalikan Inflasi, Pemkab Barru Luncurkan Gerakan Tanam Cabai bagi ASN

3/11/26 | Rabu, Maret 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-11T06:55:24Z


BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Barru yang dipimpin langsung oleh Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si. meluncurkan Gerakan Tanam Cabai bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barru.

Peluncuran program tersebut digelar di Halaman Kantor Bupati Barru, Rabu (11/3/2026).

Gerakan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mengendalikan inflasi daerah, khususnya pada komoditas cabai yang kerap menjadi penyumbang inflasi karena termasuk dalam kelompok volatile food atau komoditas dengan harga yang mudah berfluktuasi.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Barru Nomor 100.3.4.2/313/Bag. Perekonomian tentang Gerakan ASN Menanam Cabai di Kabupaten Barru.

Melalui program ini, Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru akan mendistribusikan bibit cabai kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ditanam di pekarangan kantor masing-masing.

Dalam sambutannya, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyampaikan bahwa komoditas cabai sering menjadi salah satu pemicu utama inflasi daerah karena tingginya permintaan yang tidak selalu diimbangi dengan ketersediaan pasokan, terlebih saat terjadi cuaca ekstrem.

“Gerakan tanam cabai ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi. Kita memiliki banyak lahan kosong di lingkungan perkantoran yang selama ini hanya ditumbuhi tanaman liar. Saya ingin lahan-lahan tersebut diubah menjadi lahan produktif yang mampu menghasilkan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh ASN menjadikan kegiatan menanam cabai sebagai aktivitas yang produktif sekaligus bermanfaat bagi keluarga.

“Saya berharap seluruh ASN segera merealisasikan penanaman cabai di pekarangan kantor masing-masing. Jadikan ini bukan sebagai beban, tetapi sebagai kegiatan produktif yang juga bernilai ekonomis,” tambahnya.

Bupati Barru juga meminta para kepala OPD dan camat untuk aktif memantau serta mengevaluasi pelaksanaan program tersebut di unit kerja masing-masing.

Menurutnya, jika penanaman dilakukan secara serius dan berkelanjutan, tanaman cabai dapat mulai dipanen dalam waktu sekitar tiga bulan.

“Jika kita menanam dalam jumlah banyak, kita tidak perlu lagi membeli cabai di pasar. Hasilnya bisa dimanfaatkan sendiri, bahkan jika produksinya melimpah dapat menjadi tambahan pendapatan,” katanya.

Selain di lingkungan perkantoran, Bupati Barru juga mendorong agar gerakan tersebut diperluas hingga ke tingkat kecamatan dan desa, termasuk dengan memanfaatkan lahan tidur milik masyarakat agar lebih produktif.

Ia berharap program ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian pangan keluarga sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dalam pengendalian inflasi daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung pelaksanaan program tersebut dengan menyediakan bibit cabai serta pendampingan teknis bagi OPD yang melakukan penanaman.

Berdasarkan data yang ada, pengembangan tanaman cabai di Kabupaten Barru saat ini telah mencapai sekitar 131 ribu populasi tanaman yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di berbagai wilayah.

Kegiatan peluncuran tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, para Asisten Setda, Staf Ahli, kepala OPD, camat, kepala desa dan lurah se-Kabupaten Barru, serta ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Barru.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Barru berharap ASN dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif sekaligus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah.

(Darman)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update