Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Jayakerta Geger, Mayat Remaja Ditemukan Mengapung di Pintu Air Irigasi Buah Gebang

3/05/26 | Kamis, Maret 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-05T09:12:42Z

Warga Jayakerta Geger, Mayat Remaja Ditemukan Mengapung di Pintu Air Irigasi Buah Gebang

KARAWANG (Jawa Barat), dimensitivinews.com

Warga Dusun Sukajaya, Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di pintu air irigasi Buah Gebang, Kamis pagi (5/3/2026).

Jasad korban ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB di dekat jembatan irigasi kawasan Saung Gurame dalam kondisi mengenakan sweater hitam dan celana panjang hitam. Saat ditemukan, tubuh korban tersangkut di antara tumpukan eceng gondok di aliran irigasi.


Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Uci (45), warga RT 01/02 Dusun Sukajaya, yang saat itu hendak menuju warung.

Ia mengaku curiga setelah mencium bau tidak sedap saat melintasi jembatan irigasi tersebut.

“Awalnya saya mau ke warung. Saat lewat jembatan, saya mencium bau tidak sedap. Setelah saya lihat ke bawah, ternyata ada mayat,” ujar Uci kepada wartawan di lokasi kejadian.


Setelah memastikan temuannya, Uci segera memanggil warga lain untuk melihat kondisi tersebut sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Tak lama kemudian, pihak keluarga datang ke lokasi dan berhasil mengenali jasad korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui bernama **Muhamad Farid Azha (17)**, warga Dusun Babakan Banten, Desa Kutajaya (Kutagandok), Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang.

Paman korban, Ma’ruf Afandi, mengatakan Farid sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah sejak Selasa dini hari sekitar pukul 01.00 WIB dan tidak kembali hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.


Petugas dari Polsek Rengasdengklok yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Bersama warga, petugas kemudian mengevakuasi jasad korban dari saluran irigasi.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD Karawang untuk dilakukan pemeriksaan visum guna mengetahui penyebab pasti kematian, apakah akibat tenggelam atau terdapat unsur tindak pidana.

Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian ratusan warga yang memadati area jembatan irigasi Buah Gebang, sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami perlambatan selama proses evakuasi berlangsung.

Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

(Ganda)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update