Bupati Barru Tegaskan Semangat Kolaborasi dan Kearifan Lokal di HUT ke-66
Barru (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Barru untuk terus melangkah maju dengan mengedepankan kolaborasi dan kearifan lokal sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Barru dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Barru, Senin (13/4/2026). Momentum ini dimaknai sebagai ruang refleksi atas capaian sekaligus proyeksi masa depan daerah yang lebih berdaya dan berketahanan.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Ina menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
“Ini adalah jeda penuh makna untuk menoleh ke belakang, mensyukuri capaian, dan menatap masa depan dengan tekad yang menyala. Kita kuat karena bersatu, dan kita maju karena bekerja bersama,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, unsur Forkopimda, anggota DPR RI, para kepala daerah se-Sulawesi Selatan, serta tamu undangan lainnya.
Mengusung tema “Melangkah Maju dengan Semangat Mapadeceng Menuju Barru Berdaya dan Berketahanan”, Bupati menjelaskan bahwa nilai Mapadeceng bukan sekadar simbol budaya, melainkan landasan moral yang menekankan kejujuran, kebersamaan, dan kearifan lokal dalam pembangunan.
Capaian dan Target Pembangunan
Bupati memaparkan sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Barru pada 2025 tercatat 5,16 persen—tertinggi dalam enam tahun terakhir—dan ditargetkan meningkat menjadi 5,81 persen pada 2026.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,41 poin, dengan target peningkatan berkelanjutan. Sementara itu, angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 7,67 persen dan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,88 persen pada 2026.
Di sektor pertanian, produksi padi mencapai 139.485 ton gabah kering giling, menempatkan Barru pada peringkat keenam di Sulawesi Selatan.
“Ini membuktikan bahwa potensi lokal mampu menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah,” jelasnya.
Program Strategis di Tengah Keterbatasan Anggaran
Di tengah keterbatasan fiskal, dengan APBD 2026 sebesar Rp766 miliar dan pengurangan dana transfer pusat sekitar Rp133 miliar, Pemkab Barru tetap berkomitmen menghadirkan pelayanan optimal.
Sejumlah program strategis terus didorong, di antaranya:
Pembangunan Sekolah Rakyat senilai Rp270 miliar di Kecamatan Soppeng Riaja
Peningkatan infrastruktur jalan melalui Inpres Jalan Daerah senilai Rp50 miliar
Penguatan layanan kesehatan di RSUD Lapatarai
Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan beasiswa bagi 1.413 mahasiswa serta membangun fasilitas perlindungan perempuan dan anak.
“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan, bukan kerja pemerintah semata,” tegasnya.
Bupati juga berharap dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk dalam penguatan infrastruktur dan ekonomi daerah, dengan target APBD Barru ke depan menembus Rp1 triliun.
Pesan Kearifan Lokal dan Semangat Maju
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak cepat, adaptif, dan responsif terhadap peluang pembangunan.
Ia juga mengutip nilai kearifan lokal Pappaseng To Riolo:
“Aja’ muelo ribetta makkala ricappa alla tengngue,” yang bermakna tidak ingin didahului dalam berbuat kebaikan.
“Dirgahayu Kabupaten Barru ke-66. Mari kita melangkah maju dengan semangat Mapadeceng menuju Barru yang berdaya dan berketahanan,” pungkasnya.
Dukungan Pemprov Sulsel
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut Barru sebagai “kampung sendiri” dan menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung pembangunan daerah.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Sulsel akan mengalokasikan program multi-years sekitar Rp79,9 miliar untuk penanganan ruas jalan strategis, termasuk Takkalasi–Bainang–Lawo dan jalur penghubung lainnya.
Selain itu, bantuan keuangan sekitar Rp6 miliar juga disiapkan, dengan kemungkinan penambahan sesuai kebutuhan pembangunan.
Gubernur menegaskan bahwa infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian yang harus terus diperbaiki untuk menjaga mobilitas dan aktivitas masyarakat.
Ia juga menyoroti potensi sektor kelautan Barru yang memiliki garis pantai sekitar 70 kilometer, serta peluang pengembangan kawasan industri yang perlu didukung oleh konektivitas dan infrastruktur memadai.
Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat menjaga stabilitas daerah melalui nilai-nilai kearifan lokal seperti Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge.
“Kalau daerah tidak stabil, sulit untuk fokus membangun. Maka kita harus saling menghargai dan menjaga kebersamaan,” pesannya.
(Darman)





