Peningkatan Jalan Desa Jalur Mulya Terus Digenjot, Pemdes Alokasikan Dana Rp220 Juta
Banyuasin (Sumatera Selatan), dimensitivinews.com
Pemerintah Desa Jalur Mulya, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur desa, khususnya akses jalan. Melalui Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026, Pemdes Jalur Mulya mengalokasikan anggaran sebesar Rp220 juta untuk kegiatan peningkatan penimbunan tanah jalan sayap bagian timur Desa Jalur Mulya Blok B yang berada di Dusun 1 dan Dusun 2.
Pekerjaan tersebut memiliki volume sepanjang 3.459 meter dengan ukuran 0,7 x 4,75 meter dan mulai dilaksanakan pada 16 Mei 2026.
Tokoh masyarakat Desa Jalur Mulya, Haryanto, mengatakan pembangunan itu merupakan tindak lanjut dari program peningkatan infrastruktur yang telah dilakukan pemerintah desa pada tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2025, Pemerintah Desa Jalur Mulya juga telah merealisasikan penimbunan jalan di Blok C sepanjang kurang lebih 4 kilometer. Bahkan ditambah swadaya dari Pendapatan Asli Desa (PAD) sepanjang 2 kilometer,” ujarnya kepada awak media.
Selain pembangunan jalan, lanjut Haryanto, pada tahun 2025 Pemdes Jalur Mulya juga melaksanakan normalisasi lima saluran SPD dan SDU dengan dukungan bantuan dari PU Pengairan Balai Besar Sungai Sumatera VIII. Bahkan, pada tahun 2026 desa tersebut dikabarkan kembali mendapat tambahan normalisasi satu saluran SDU.
Menurutnya, tantangan pembangunan infrastruktur di Desa Jalur Mulya cukup besar. Pasalnya, desa tersebut memiliki delapan ruas jalan dengan panjang masing-masing sekitar 4 kilometer atau total mencapai 32 kilometer yang seluruhnya masih berupa jalan tanah.
“Dibutuhkan anggaran yang sangat besar untuk melakukan peningkatan seluruh akses jalan tersebut,” katanya.
Ia juga menyoroti dampak terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 81 Tahun 2025 terkait efisiensi anggaran dana desa yang disebut mencapai 60 persen. Kondisi itu dinilai membuat pemerintah desa cukup kesulitan dalam mempercepat pembangunan.
Di sisi lain, kerusakan jalan juga semakin parah saat musim penghujan tiba. Hampir seluruh ruas jalan di wilayah perairan mengalami kerusakan akibat kondisi tanah yang labil.
Sebagai informasi, Desa Jalur Mulya memiliki luas wilayah sekitar 18,82 kilometer persegi, berjarak sekitar 6 kilometer dari ibu kota kecamatan dan sekitar 185 kilometer dari ibu kota Kabupaten Banyuasin.
Secara administratif, Desa Jalur Mulya berbatasan dengan Desa Gilirang di sebelah utara, Desa Cendana dan Desa Argomulyo di sebelah selatan, Desa Timbul Jaya di sebelah timur, serta Desa Beringin Agung di sebelah barat.
Sementara itu, Kepala Desa Jalur Mulya, Haris Sativa, S.Pd., menegaskan pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan jalan meski keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama.
“Sebagian besar jalan di Desa Jalur Mulya masih berupa jalan tanah yang hanya diperkeras menggunakan batu koral dan itu pun belum menyeluruh. Kondisi jalan saat ini belum memungkinkan dilalui kendaraan roda empat dengan muatan berat,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk lebih bijak saat melintas, terutama ketika kondisi jalan masih basah usai hujan.
“Kami tidak bisa melarang masyarakat menggunakan jalan karena fasilitas ini dibangun untuk kepentingan bersama. Namun kami berharap ada kesadaran agar kendaraan bermuatan berat tidak melintas saat kondisi jalan masih basah demi menjaga kualitas jalan,” ujarnya.
Haris menambahkan, Pemerintah Desa Jalur Mulya akan terus berupaya mencari sumber pendanaan lain di luar dana desa guna mempercepat pembangunan infrastruktur desa.
“Kami berharap dukungan seluruh masyarakat agar bersama-sama menyukseskan pembangunan desa demi mewujudkan Desa Jalur Mulya yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.
(Yusan)



