Notification

×

Iklan

Iklan

Menuju Survei Agustus 2026, Pemkab Jeneponto Perkuat Validasi Data dan Sinergi Percepatan Penurunan Stunting

6/06/26 | Sabtu, Juni 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-06T09:25:37Z

Menuju Survei Agustus 2026, Pemkab Jeneponto Perkuat Validasi Data dan Sinergi Percepatan Penurunan Stunting

Jeneponto (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com

Pemerintah Kabupaten Jeneponto terus memperkuat langkah percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan validasi data, koordinasi lintas sektor, dan penyusunan strategi intervensi yang lebih terukur. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting yang dipimpin langsung Bupati Jeneponto, Haji Paris Yasir, di Ruang Rapat Bupati Jeneponto, Jumat (5/6/2026).


Rapat tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto Doktor Aspa Muji, Kepala Bappeda Doktor Alfian Afandy Syam, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Doktor Mustaufiq, Kepala Dinas Kesehatan, perwakilan kepala puskesmas, unsur Kodim 1425/Jeneponto, Kepolisian, para camat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam arahannya, Bupati Paris Yasir menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu program prioritas daerah, yang membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak. Menurutnya, keberhasilan program sangat ditentukan oleh ketersediaan data yang valid dan akurat, sehingga setiap kebijakan maupun intervensi yang dilakukan dapat tepat sasaran.


“Percepatan penurunan stunting membutuhkan sinergi seluruh elemen. Data yang valid menjadi fondasi utama dalam menentukan langkah intervensi yang efektif agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai”, ujar Paris Yasir.

Bupati juga menekankan pentingnya pemadanan data stunting dengan data kependudukan yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Langkah tersebut dinilai strategis untuk memastikan seluruh sasaran program, dapat teridentifikasi secara akurat dan mendapatkan penanganan yang sesuai kebutuhan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jeneponto, Doktor Mustaufiq, menjelaskan bahwa data stunting yang akan dipadankan telah dikirim ke Direktorat Jenderal Kependudukan, dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk proses validasi lebih lanjut.


“Data tersebut sudah kami sampaikan ke Ditjen Dukcapil. Saat ini kami menunggu proses validasi dan pemadanan data untuk wilayah Kabupaten Jeneponto. Hasilnya diharapkan dapat segera digunakan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan yang lebih akurat dan efektif”, jelasnya.

Rapat berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta terkait kondisi di lapangan, tantangan yang dihadapi, hingga langkah-langkah percepatan yang perlu dilakukan dalam upaya penurunan stunting.

Pada kesempatan itu, Kepala Bappeda Kabupaten Jeneponto, Doktor Alfian Afandy Syam, memaparkan sejumlah hasil pembahasan dan kesepakatan yang dicapai dalam rapat. Salah satu agenda penting yang disepakati adalah pelaksanaan pengukuran serentak pada 17 Juni 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Jeneponto, sebagai bagian dari validasi dan pemutakhiran data anak yang terindikasi stunting.


Hasil pengukuran tersebut nantinya akan dianalisis secara komprehensif untuk memperoleh gambaran kondisi riil di lapangan. Data yang telah diverifikasi kemudian akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Survei Status Gizi yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang. Pemerintah Kabupaten Jeneponto optimistis bahwa dengan data yang lebih akurat dan terintegrasi, berbagai program penanganan stunting dapat dilaksanakan secara lebih efektif, terarah, dan tepat sasaran.

Melalui penguatan koordinasi, validasi data, dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Jeneponto berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat memberikan dampak nyata, terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Jeneponto yang sehat, unggul, dan berdaya saing di masa depan.

(Basri Tola)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update