Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Takalar Perkuat Sinergi Pengembangan Tujuh Destinasi Wisata Unggulan

7/10/26 | Jumat, Juli 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-10T12:35:46Z

Bupati Takalar Saksikan Penandatanganan Komitmen Pengembangan Tujuh Destinasi Wisata Unggulan

TAKALAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Pemerintah Kabupaten Takalar memperkuat komitmen dalam mengembangkan sektor pariwisata melalui Penandatanganan Komitmen Bersama Akselerasi Pengembangan Tujuh Destinasi Wisata Unggulan yang digelar di kawasan Wisata Alam Paria Lau, Kelurahan Takalar Lama, Kecamatan Mappakasunggu, Jumat (10/7/2026).

Penandatanganan komitmen tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., sebagai langkah strategis untuk mempercepat pengembangan destinasi wisata secara terpadu, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi lintas sektor.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Dr. H. Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., M.I.Kom., para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, serta Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari tujuh destinasi wisata unggulan di Kabupaten Takalar.

Sebelum kegiatan dimulai, Bupati bersama Sekda, para kepala OPD, camat, dan lurah menggelar diskusi santai membahas berbagai strategi percepatan pembangunan sektor pariwisata. Diskusi tersebut menjadi wadah menyatukan visi dan memperkuat sinergi agar pengembangan destinasi wisata berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Komitmen bersama ditandatangani oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran. Penandatanganan juga melibatkan para camat yang wilayahnya menjadi lokasi destinasi wisata unggulan.

Melalui komitmen tersebut, setiap perangkat daerah diberikan peran sesuai tugas dan fungsinya. Dinas Pariwisata bertanggung jawab menyusun rencana induk pengembangan destinasi, meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif dan Pokdarwis, serta memperkuat promosi wisata. Dinas PUPR mendukung pembangunan infrastruktur dan akses jalan, Dinas Lingkungan Hidup menjaga kebersihan kawasan, Dinas Sosial dan PMD memberdayakan masyarakat serta BUMDes, Dinas Perhubungan menata akses dan area parkir, Diskominfo memperkuat promosi digital dan jaringan internet, sedangkan Satpol PP bertugas menjaga keamanan dan ketertiban kawasan wisata.

Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peran penting sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, perkembangan Wisata Alam Paria Lau membuktikan bahwa destinasi yang dikelola secara baik mampu menarik wisatawan, membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong tumbuhnya usaha masyarakat.

"Orang datang membawa rezeki. Ketika pengunjung terus berdatangan, investor ikut datang, usaha masyarakat berkembang, dan ekonomi bergerak. Inilah yang kita harapkan terjadi di seluruh destinasi wisata unggulan Takalar," ujar Daeng Manye.

Ia menambahkan, keberhasilan Paria Lau juga tidak terlepas dari peran masyarakat yang aktif mempromosikan destinasi wisata melalui media sosial. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Takalar akan terus memperkuat strategi promosi digital agar potensi wisata daerah semakin dikenal luas.

"Kita harus membangun awareness bahwa Takalar memiliki destinasi wisata yang menarik. Manfaatkan Facebook, TikTok, Instagram, dan berbagai platform digital lainnya agar semakin banyak wisatawan datang berkunjung," katanya.

Bupati juga menekankan bahwa meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan harus diimbangi dengan penyediaan fasilitas pendukung yang memadai, seperti toilet, musala, area parkir, kebersihan kawasan, serta sistem pengelolaan sampah yang baik.

Menurutnya, pembangunan sektor pariwisata tidak dapat dilakukan oleh satu perangkat daerah saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh OPD, pemerintah kecamatan dan desa, Pokdarwis, pelaku usaha, hingga masyarakat.

"Pembangunan pariwisata tidak bisa dilakukan oleh satu dinas saja. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar pengembangan destinasi berjalan lebih cepat, memberikan kenyamanan bagi wisatawan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Melalui penandatanganan komitmen bersama tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap tujuh destinasi wisata unggulan dapat berkembang menjadi destinasi yang berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(Muhammad Rizal)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update