Dukung Inovasi Pelayanan Publik, Bupati Jeneponto Hadiri Seminar Proyek Perubahan PKN Tingkat II di Makassar
MAKASSAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, S.E., M.M., menghadiri Seminar Evaluasi Proyek Perubahan peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026 di Kampus BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar.
Kehadiran Bupati Paris Yasir didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Jeneponto, Dr. Aspa Muji, S.STP., M.Si., menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Jeneponto terhadap pengembangan inovasi dan transformasi pelayanan publik.
Tiga pejabat Pemkab Jeneponto turut mempresentasikan proyek perubahan dalam seminar tersebut. Mereka yakni Kepala BKPSDM Jeneponto Ahmad Saparuddin, S.STP., M.M., melalui inovasi TANGKAS untuk memperkuat tata kelola administrasi kepegawaian ASN berbasis digital.
Kemudian Kepala Dinas P2KB Jeneponto Dr. St. Meriam, S.STP., M.Si., dengan inovasi GESIT DATA PRESISI yang berfokus pada integrasi dan validasi data guna mendukung percepatan penurunan stunting.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jeneponto Abdul Mushawwir, S.STP., mengusung inovasi SI-PAKATAU yang dirancang untuk memperkuat perlindungan sekaligus meningkatkan kemandirian tenaga kerja maritim.
Bupati Paris Yasir menegaskan, proyek perubahan harus mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai tantangan pemerintahan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Setiap inovasi yang lahir harus memberikan manfaat nyata. Pemerintah Kabupaten Jeneponto akan terus mendukung berbagai terobosan yang mampu memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Paris Yasir.
Seminar evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses PKN Tingkat II. Para peserta memaparkan hasil implementasi proyek perubahan di instansi masing-masing sekaligus mendapatkan masukan dari tim penguji untuk menyempurnakan inovasi yang dikembangkan.
Pemkab Jeneponto berharap inovasi TANGKAS, GESIT DATA PRESISI, dan SI-PAKATAU dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, kemajuan daerah, dan kesejahteraan masyarakat.
(Basri Tola)


