KKN Tematik Unhas Gelar Seminar Program Kerja di Desa Bontojai, Fokus Hadapi Perubahan Iklim dan Pemberdayaan Masyarakat
Bantaeng (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Seminar Program Kerja bertema Perubahan Iklim dan Pemberdayaan Desa di Aula Kantor Desa Bontojai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7/2026).
Seminar yang dihadiri pemerintah desa, perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta warga setempat berlangsung interaktif. Kegiatan diisi dengan pemaparan program kerja mahasiswa KKN, dilanjutkan sesi diskusi untuk menyerap masukan dari berbagai pihak guna mendukung pelaksanaan program selama masa pengabdian di Desa Bontojai.
Kepala Desa Bontojai, Amiluddin Azis, menyampaikan bahwa Pemerintah Desa terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat sebagai langkah strategis dalam menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantaeng, Andriadi, S.M., M.M., mengapresiasi komitmen Desa Bontojai dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya Desa Bontojai berhasil meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan potensi desa, termasuk optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Program Proklim menjadi salah satu prestasi yang membanggakan bagi Desa Bontojai. Salah satu inovasi yang menarik adalah gerakan Satu Rumah Satu Batang Kelor. Tanaman kelor mudah dibudidayakan, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan," ujarnya.
Melalui seminar ini, mahasiswa KKN Tematik Unhas memaparkan sejumlah program yang akan dilaksanakan bersama masyarakat, di antaranya pemetaan tingkat kerentanan wilayah terhadap perubahan iklim, pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi briket, pengembangan hidroponik, pembuatan lubang resapan biopori, pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, serta pengolahan galon komposter untuk mendukung pengelolaan sampah organik.
Selain itu, program utama yang menjadi fokus pengabdian adalah pembuatan dan penyaluran tempat sampah pilah sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Melalui berbagai program tersebut, mahasiswa KKN Tematik Unhas berharap dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim, mengurangi emisi lingkungan, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan Desa Bontojai yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.
(Iskandar Lewa)


