Notification

×

Iklan

Iklan

Panen Berkelanjutan! Green House Melon Inthanon Lapas Banyuasin Hasilkan Lebih dari Satu Ton

7/06/26 | Senin, Juli 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-06T05:37:04Z

Panen Berkelanjutan! Green House Melon Inthanon Lapas Banyuasin Hasilkan Lebih dari Satu Ton

BANYUASIN (SUMATERA SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin kembali mencatatkan keberhasilan melalui panen melon varietas Inthanon hasil budidaya warga binaan. Panen yang berlangsung di area green house pada Senin (6/7/2026) tersebut menghasilkan lebih dari satu ton buah melon, sekaligus menjadi bukti keberhasilan program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan.

Keberhasilan ini merupakan bagian dari implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Panen dilakukan di green house seluas 243 meter persegi yang ditanami sekitar 500 polibag melon varietas Inthanon. Dari lahan tersebut, setiap buah memiliki rata-rata berat sekitar 2,5 kilogram dengan total hasil panen mencapai lebih dari satu ton.

Program budidaya melon menjadi salah satu unggulan pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Banyuasin. Melalui program ini, warga binaan dilibatkan secara aktif dalam seluruh proses budidaya, mulai dari penanaman, perawatan, hingga masa panen, sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam penerapan pertanian modern.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, mengatakan keberhasilan panen tersebut merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh jajaran bersama warga binaan dalam mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.

"Hasil panen ini menjadi bukti bahwa program pembinaan di Lapas Banyuasin mampu menghasilkan karya yang produktif dan bernilai manfaat. Melalui Green House Melon Inthanon, kami tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga membentuk keterampilan, kemandirian, dan mental kerja warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat," ujar Tetra Destorie.

Menurutnya, pembinaan berbasis pertanian tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas warga binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, etos kerja, dan jiwa kewirausahaan.

Lapas Kelas IIA Banyuasin berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang terukur, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui berbagai program kemandirian, termasuk budidaya melon, Lapas berharap dapat mencetak warga binaan yang memiliki keterampilan, siap berdaya saing, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaannya.

(Yusan)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update