303 Warga Binaan Lapas Takalar Terima Remisi HUT RI ke-81, Dua Langsung Bebas
TAKALAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Sebanyak 303 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar menerima remisi umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Surat Keputusan (SK) remisi diserahkan secara simbolis oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, kepada perwakilan warga binaan dalam rangkaian upacara HUT RI di Lapangan Makkatang Daeng Sibali, Senin (17/8/2026).
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Bimnadik) Lapas Takalar, Gugu Alam, mengatakan, dari 303 warga binaan yang memperoleh remisi, dua orang di antaranya langsung dinyatakan bebas.
“Remisi satu bulan diberikan kepada 26 warga binaan, dua bulan kepada 57 orang, tiga bulan kepada 134 orang, empat bulan kepada 53 orang, lima bulan kepada 29 orang, dan enam bulan kepada dua orang. Dua di antaranya langsung bebas,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, mengatakan pemberian remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi juga bentuk penghargaan atas perubahan perilaku dan kepatuhan warga binaan selama mengikuti program pembinaan.
“Remisi merupakan bentuk penghargaan atas perubahan perilaku dan kepatuhan warga binaan selama menjalani pembinaan. Kami berharap pemberian remisi ini menjadi motivasi untuk terus berperilaku baik, mengikuti seluruh program pembinaan, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat,” ujar Andi Gunawan.
Ia juga mengapresiasi jajaran Lapas Takalar yang terus berkomitmen menjalankan program pembinaan bagi warga binaan secara optimal.
Khusus bagi warga binaan yang memperoleh remisi dan langsung bebas, Andi berpesan agar momentum tersebut menjadi awal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Jaga kepercayaan yang diberikan dan jadilah bagian dari masyarakat yang produktif serta tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum,” tandasnya.
Pemberian remisi dalam momentum HUT RI ke-81 diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri serta mempersiapkan diri kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
(Muhammad Rizal)


