Notification

×

Iklan

Iklan

BULOG dan Bapanas Salurkan 181 Ribu Ton Beras Bantuan Pangan di Jawa Barat

8/31/26 | Senin, Agustus 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-31T13:34:06Z


Bulog dan Bapanas Salurkan 181 Ribu Ton Beras Bantuan Pangan untuk 6 Juta Penerima di Jawa Barat

KARAWANG (JAWA BARAT), DIMENSITIVINEWS.COM

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum BULOG terus mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Beras alokasi Juli–September 2026 di Provinsi Jawa Barat.

Program tersebut menyasar sebanyak 6.039.551 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total alokasi mencapai 181.186.530 kilogram atau sekitar 181 ribu ton beras.

Penyaluran hingga tingkat desa salah satunya berlangsung di Desa Sindangsari, Kabupaten Karawang. Sebanyak 1.092 PBP menerima bantuan beras masing-masing 10 kilogram per bulan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

Dengan demikian, total beras yang disalurkan kepada penerima di Desa Sindangsari mencapai 32.760 kilogram atau 32,76 ton.

Sementara itu, Kabupaten Karawang menjadi salah satu daerah dengan jumlah penerima bantuan yang cukup besar di Jawa Barat. Tercatat sebanyak 249.725 PBP menerima Bantuan Pangan Beras dengan total alokasi mencapai 7.491.750 kilogram atau sekitar 7.491 ton.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan bantuan pangan diterima masyarakat yang berhak.

“Data penerima Bantuan Pangan ini berasal dari Kementerian Sosial. Tugas kita adalah memastikan bantuan yang telah dialokasikan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Jangan sampai ada satu kilogram pun yang tidak sampai kepada penerima,” ujar Amran.

Menurutnya, Bapanas, BULOG, dan pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan agar penyaluran berjalan tepat sasaran, tepat waktu, serta diterima masyarakat dalam kondisi baik.

“Kita tidak ingin ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pangan. Karena itu, seluruh jajaran harus bergerak bersama, dari pusat sampai daerah, agar bantuan pangan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

BULOG Pastikan Stok Beras Aman

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., mengatakan BULOG siap menjalankan amanah pemerintah dengan memastikan ketersediaan stok sekaligus kelancaran distribusi hingga ke titik penerima.

“BULOG memastikan stok beras untuk Bantuan Pangan tersedia dan siap disalurkan. Kami terus memperkuat proses distribusi hingga ke titik penerima agar bantuan pemerintah ini dapat sampai kepada masyarakat secara tepat jumlah dan tepat sasaran,” kata Rizal.

Ia menambahkan, luasnya cakupan program di Jawa Barat membutuhkan kesiapan stok, jaringan pergudangan, serta koordinasi distribusi yang kuat.

“Bagi BULOG, setiap kilogram beras yang disalurkan bukan sekadar angka, tetapi merupakan bagian dari upaya negara memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, kami akan terus memastikan proses penyaluran berjalan lancar hingga bantuan diterima masyarakat,” ujarnya.

Kekeringan Ancam Sawah di Karawang

Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan melalui bantuan beras, persoalan kekeringan juga menjadi perhatian di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai salah satu daerah sentra produksi padi.

Dalam wawancara dengan awak media, Rocman, salah seorang pihak dari Kementerian Pertanian di Kabupaten Karawang, menyampaikan bahwa sejumlah lahan persawahan terdampak kekeringan pada musim tanam padi.

Menurut Rocman, luas lahan yang terdampak kekeringan di Kabupaten Karawang diperkirakan mencapai sekitar 80 hektare.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Karawang merupakan salah satu daerah penting dalam produksi pangan, khususnya komoditas beras.

Pemerintah diharapkan terus memperkuat langkah antisipasi terhadap dampak kekeringan, sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat melalui berbagai program, termasuk Bantuan Pangan Beras.

Penyaluran bantuan dari tingkat provinsi hingga desa menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga akses pangan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

(Enday Sukandi)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update