Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Takalar Siapkan Beasiswa Tahfiz, Santri Didorong Terlibat Kelola Event Pemkab

9/20/26 | Minggu, September 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-20T13:00:34Z


Bupati Takalar Siapkan Beasiswa Tahfiz, Santri Didorong Terlibat Kelola Event Pemkab

TAKALAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyiapkan program beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an sekaligus mendorong santri memiliki keterampilan praktis melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan Pemerintah Kabupaten Takalar.

Hal tersebut disampaikan Daeng Manye saat menghadiri Panggung Gembira 616 Pondok Modern Mahyajatul Qurra’ Lassang, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Sabtu (19/9/2026) malam.

Menurut Daeng Manye, santri tidak cukup hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Karena itu, ia mendorong pesantren mengambil peran dalam pengelolaan berbagai kegiatan pemerintah, termasuk sebagai Event Organizer (EO).

“Kalau ada event-event di Pemerintah Kabupaten, coba utamakan atau pilih dari pondok pesantren untuk menjadi EO,” kata Daeng Manye.

Ia menilai keterlibatan tersebut dapat menjadi sarana bagi santri untuk mengasah kreativitas, kemandirian, keberanian, sekaligus kemampuan mengelola kegiatan, mulai dari konsep acara hingga panggung, pencahayaan, tata suara, dan penampilan.

Selain pemberdayaan santri, Pemkab Takalar juga menyiapkan program penguatan tahfiz di desa dan kelurahan melalui pendataan guru dan santri penghafal Al-Qur’an.

Daeng Manye menyebut penghafal Al-Qur’an akan mendapat perhatian pemerintah melalui skema beasiswa berdasarkan capaian hafalan.

“Apabila mereka hafal dari juz 1 sampai 10, maka mereka dapat beasiswa. Juz 1 sampai 20 tentunya lebih tinggi lagi perhatian yang didapatkan dari pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, santri yang mampu menghafal hingga 30 juz berpeluang mendapat dukungan pendidikan hingga perguruan tinggi di luar Sulawesi Selatan.

Program penguatan pesantren tersebut rencananya diperkuat melalui Festival Pondok Pesantren yang dijadwalkan berlangsung 22 Oktober 2026. Kegiatan itu akan diisi apel santri, gerak jalan, pameran, diskusi, dialog, hingga pagelaran seni.

Daeng Manye berharap program tersebut dapat melahirkan generasi santri yang tidak hanya kuat dalam pendidikan agama, tetapi juga memiliki kreativitas, kemandirian, dan keterampilan untuk menghadapi dunia setelah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.

(Muhammad Rizal)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update