Notification

×

Iklan

Iklan

Dua Hektare Lahan di Sarana Jaya Bungo Terbakar, Polisi Lakukan Ground Check Hotspot

9/10/26 | Kamis, September 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-10T06:06:45Z


Dua Hektare Lahan di Sarana Jaya Bungo Terbakar, Polisi Lakukan Ground Check Hotspot

BUNGO (JAMBI), DIMENSITIVINEWS.COM

Titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kabupaten Bungo, Jambi. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, sekitar dua hektare lahan di Desa Sarana Jaya, Kecamatan Bathin III, ditemukan telah terbakar pada Rabu (9/9/2026).

Lahan yang terbakar diketahui berada di kawasan depan Kantor Satlantas Polres Bungo dan merupakan lahan milik H. Nero. Sebelumnya, berdasarkan pantauan satelit, terdeteksi satu titik hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang pada koordinat 102.0886124° BT dan -1.4135480° LS.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Satgas Karhutla Kabupaten Bungo bersama sejumlah unsur terkait melakukan ground check sekitar pukul 15.00 WIB.

Petugas yang tiba di lokasi mendapati area seluas kurang lebih dua hektare telah terbakar. Saat pengecekan dilakukan, api sudah dalam kondisi padam sehingga tidak ditemukan lagi kobaran api maupun titik api aktif di lokasi.

Selain memeriksa kondisi lahan, petugas melakukan pencarian titik koordinat hotspot, dokumentasi, serta berkoordinasi dengan Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Bungo dan Manggala Agni. Petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.

Kegiatan tersebut melibatkan anggota Satgas Karhutla Kabupaten Bungo, BNPB Kabupaten Bungo, Manggala Agni, Basarnas, KBO Sat Samapta Polres Bungo, Tim Satgas Operasi Aman Nusa II-2026, serta masyarakat setempat.

Hasil pengecekan lapangan selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan penanganan dan pemantauan lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Bungo IPTU Bambang JM mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut disampaikan mengingat kondisi cuaca dan lingkungan yang dinilai rawan terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran lahan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, personel Satgas Karhutla akan terus melakukan pemantauan dan penyisiran di sejumlah wilayah yang terindikasi memiliki hotspot. Edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan larangan pembakaran hutan dan lahan juga akan terus dilakukan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya titik api baru serta mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Bungo.

(Hayamudin)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update