Forkopimda Jeneponto Bahas Kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg, Terapkan Sistem Ganjil-Genap
JENEPONTO (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Pemerintah Kabupaten Jeneponto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi membahas kelangkaan BBM dan LPG 3 kilogram yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah.
Rapat dipimpin Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, SE., MM., dan dihadiri unsur TNI, Polri, Kejaksaan, jajaran perangkat daerah, camat, serta para pengelola SPBU se-Kabupaten Jeneponto.
Pembahasan dilakukan menyusul munculnya antrean panjang di sejumlah SPBU serta sulitnya masyarakat memperoleh LPG 3 Kg. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani agar distribusi kebutuhan energi masyarakat tetap berjalan tertib dan merata.
Salah satu langkah yang disepakati adalah penerapan sistem pengisian BBM berdasarkan nomor polisi ganjil-genap. Kendaraan dengan nomor polisi terakhir ganjil dapat mengisi BBM pada tanggal ganjil, sedangkan kendaraan bernomor polisi akhir genap pada tanggal genap.
Sistem tersebut sebelumnya mulai diterapkan di SPBU Paccellanga, Boyong, dan Kalukuang. Mulai Rabu (16/9/2026), kebijakan ganjil-genap diberlakukan di seluruh SPBU di Kabupaten Jeneponto.
Saat ini terdapat 10 SPBU di Jeneponto, yakni SPBU Allu, Paccellanga, Boyong, Kalukuang, Jalan Pahlawan 1, Jalan Pahlawan 2, Bulobulo, Lingkar, Taroang, dan Tolo’.
Selain BBM, distribusi LPG 3 Kg juga menjadi perhatian. Pemerintah menyoroti keluhan masyarakat terkait ketersediaan dan perbedaan harga LPG bersubsidi di lapangan.
Pemkab Jeneponto bersama Forkopimda akan memperkuat koordinasi dan pengawasan distribusi LPG 3 Kg agar penyalurannya sesuai ketentuan dan dapat diterima masyarakat yang berhak.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau *panic buying*. Masyarakat diminta membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan serta tidak menimbun.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya karena dapat memicu keresahan.
Pemkab Jeneponto bersama aparat keamanan dan stakeholder terkait memastikan pemantauan distribusi BBM dan LPG terus dilakukan guna menjaga ketertiban serta memenuhi kebutuhan masyarakat.
(Basri Tola)


