IKF Papua Tutup Aksi Donasi Korban Gempa Flores dengan Doa Lintas Agama dan 1000 Lilin
JAYAPURA (PAPUA), DIMENSITIVINEWS.COM
Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Papua menutup rangkaian aksi penggalangan dana bagi korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan doa lintas agama dan penyalaan 1000 lilin.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Doa bersama menjadi simbol kepedulian masyarakat Flobamora di Papua sekaligus bentuk solidaritas terhadap warga yang terdampak bencana di Flores.
Lima rohaniawan dari agama Katolik, Islam, Protestan, Hindu, dan Buddha turut hadir dalam doa lintas agama tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian dari pesan persatuan dan kerukunan antarumat beragama dalam aksi kemanusiaan.
Ketua Panitia Aksi, Antonius Nevi, S.Pd., mengatakan penggalangan dana yang berlangsung selama dua hari berhasil menghimpun donasi sebesar Rp263.692.000.
Menurut Antonius, dana tersebut berasal dari sumbangan pengurus IKF tingkat provinsi, kota dan kabupaten di Papua, serta dukungan 14 Tungku IKF di bawah naungan IKF Kota Jayapura.
Dukungan juga datang dari berbagai organisasi masyarakat, komunitas, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah perguruan tinggi di Papua, pemerhati kemanusiaan, serta masyarakat yang turut bersimpati terhadap korban gempa Flores.
“Penggalangan dana ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kita kepada saudara-saudari yang sedang mengalami musibah. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk materi maupun tenaga selama aksi berlangsung,” ujar Antonius.
Kegiatan penutupan tersebut dihadiri jajaran pengurus IKF Provinsi, Kota dan Kabupaten di Papua, para ketua Tungku IKF di Kota dan Kabupaten Jayapura, serta sejumlah tamu undangan.
Ketua Umum IKF Papua, Stanis Hike Dosinaen, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi membantu korban gempa Flores.
Menurut Stanis, kepedulian yang ditunjukkan masyarakat Papua mencerminkan semangat persaudaraan dan kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah dengan tulus memberikan bantuan untuk saudara-saudari kita yang saat ini sangat membutuhkan uluran tangan. Ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas kita sebagai sesama manusia dan sebagai keluarga besar Flobamora,” katanya.
Stanis juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Sosial dalam pelaksanaan aksi penggalangan dana, termasuk dalam proses penerbitan izin penggalangan dana.
Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian tersebut tidak berhenti setelah aksi penggalangan dana untuk korban gempa Flores berakhir.
“Harapan kami ke depan, kepedulian seperti ini bukan hanya untuk saudara-saudari kita yang terkena musibah di NTT, tetapi juga ketika ada saudara-saudari kita di Papua yang membutuhkan bantuan. Kita harus saling bahu-membahu, bekerja sama dan membantu satu sama lain,” ujarnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta menyalakan 1000 lilin sebagai simbol doa, pengharapan, solidaritas, dan ungkapan belasungkawa bagi para korban serta keluarga yang terdampak bencana gempa bumi di Flores.
Melalui aksi tersebut, IKF Papua menegaskan pentingnya menjaga semangat kemanusiaan, persaudaraan, gotong royong, dan toleransi lintas agama sebagai bagian dari kehidupan bersama di Tanah Papua.
(Eduardus Lede Umbu Pati, SH)


