Petambak Milenial Barru Raih Penghargaan Nasional, Budidaya Udang Vaname di Pancana Jadi Inspirasi
BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Inovasi anak muda Kabupaten Barru di sektor perikanan kembali mendapat perhatian. Fikram, S.Pi., petambak milenial asal Garongkong, berhasil mengembangkan budidaya udang vaname menggunakan metode kolam bundar di Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menghasilkan potensi ekonomi yang menjanjikan, tetapi juga mengantarkan Fikram meraih **Svarna Bhumi Award 2026 Program Ketahanan Pangan tingkat nasional**.
Capaian itu mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Barru. Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, menerima ekspose Fikram di ruang rapat Wakil Bupati Barru, Selasa (1/9/2026), sebelum melakukan peninjauan langsung ke lokasi budidaya udang vaname di Desa Pancana.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pimpinan Cabang BSI Barru bersama jajaran, Kepala Bapperida Kabupaten Barru, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Barru, serta Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Barru bersama jajaran.
Dalam ekspose tersebut, Fikram memaparkan pengembangan usaha budidaya udang vaname yang dikelolanya, mulai dari penerapan metode kolam bundar, kebutuhan investasi, kapasitas produksi, hingga potensi pendapatan.
Di lokasi budidaya, terdapat 14 kolam bundar. Sebanyak 10 kolam memiliki diameter 25 meter, sedangkan empat kolam lainnya berdiameter 23 meter.
Untuk pembangunan infrastruktur setiap kolam, yang mencakup konstruksi kolam bundar, jaringan listrik dan kincir, investasi yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp110 juta. Sementara modal operasional hingga masa panen, termasuk benur, pakan dan kebutuhan budidaya lainnya, sekitar Rp100 juta per kolam dalam setiap siklus.
Setiap kolam ditebar sekitar 140 ribu ekor benur. Dengan masa pemeliharaan sekitar 115 hingga 120 hari, produksi rata-rata mencapai 2,5–2,7 ton udang per kolam dalam satu siklus, dengan ukuran rata-rata size 30.
Dari hasil produksi tersebut, pengelola mencatat pendapatan bersih sekitar Rp50 juta hingga Rp80 juta per kolam setiap siklus.
Wakil Bupati Barru Abustan Andi Bintang mengapresiasi keberhasilan Fikram. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa generasi muda daerah mampu mengembangkan potensi lokal menjadi usaha produktif dengan memanfaatkan teknologi dan manajemen yang terukur.
“Ini tentu menjadi sesuatu yang patut kita apresiasi. Yang kita harapkan bukan hanya Fikram yang berhasil, tetapi keberhasilan ini bisa menginspirasi dan melahirkan Fikram-Fikram baru di Kabupaten Barru,” ujar Abustan.
Ia mendorong generasi muda Barru untuk tidak memandang sektor perikanan hanya sebagai pekerjaan tradisional. Menurutnya, sektor tersebut memiliki peluang ekonomi yang besar apabila dikelola dengan inovasi, teknologi dan manajemen usaha yang baik.
“Jangan melihat perikanan hanya sebagai sektor biasa. Di dalamnya ada peluang ekonomi yang besar. Kalau dikelola dengan baik, seperti yang dilakukan Fikram, bisa memberikan hasil dan membuka lapangan usaha,” katanya.
Abustan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem usaha yang mendukung perkembangan sektor perikanan.
Ia berharap model budidaya udang vaname yang dikembangkan Fikram di Pancana dapat menjadi contoh yang bisa dipelajari dan dikembangkan oleh masyarakat di wilayah lain yang memiliki potensi serupa.
“Harapan kita, apa yang kita lihat hari ini bisa berkembang lebih besar, berkelanjutan dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Pemerintah tentu akan terus mendorong dan memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki,” ujarnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Barru, keberhasilan Fikram bukan sekadar soal produksi udang maupun penghargaan di tingkat nasional. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi bukti bahwa potensi daerah dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi melalui keberanian, inovasi dan kerja keras generasi muda.
“Dimulai dari Pancana, semangat itu diharapkan tumbuh lebih luas, melahirkan semakin banyak pelaku usaha muda yang mampu mengolah potensi Barru menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” tandas Abustan.
(Darman)


