Notification

×

Iklan

Iklan

Awali Musim Tanam, Pemdes Manuba Gelar Mappalili, Kadis Pertanian Barru Ingatkan Ancaman El Nino

10/20/26 | Selasa, Oktober 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-20T04:02:20Z

Awali Musim Tanam, Pemdes Manuba Gelar Mappalili, Kadis Pertanian Barru Ingatkan Ancaman El Nino

BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Pemerintah Desa Manuba, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, menggelar tradisi Mappalili sebagai penanda dimulainya musim tanam padi, Senin (19/10/2026). Momentum ini sekaligus menjadi ajang memperkuat semangat petani dan mengingatkan pentingnya strategi antisipasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino.

Kegiatan tersebut berlangsung di area persawahan Kelompok Tani Beringin Satu, Dusun Pallae, Desa Manuba. Sejumlah unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat keamanan, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, serta kelompok tani turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Hadir di antaranya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., anggota DPRD Barru H. Rudi Hartono, Camat Mallusetasi Andi Sandy Mulaputra, S.E., M.M., Kapolsek Mallusetasi Iptu Muhammad Tang, Kepala Desa Manuba Hasna Sultan, S.Sy., serta perwakilan Babinsa yang mewakili Danramil 1405-05/Mallusetasi.

Turut hadir Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Manuba, Bhabinkamtibmas, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mallusetasi beserta penyuluh pertanian, Ketua KTNA Mallusetasi, pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Mallusetasi, para kepala dusun dan ketua RT, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan anggota kelompok tani.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., mengatakan bahwa Mappalili bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan bagian dari kearifan lokal masyarakat agraris yang memiliki makna penting dalam mengawali musim tanam.

Menurutnya, tradisi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan mendorong petani meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di tengah tantangan perubahan iklim yang dapat memengaruhi pola tanam dan ketersediaan air.

Ahmad mengingatkan para petani agar mengantisipasi potensi dampak El Nino dengan memperhatikan kondisi pengairan serta menyesuaikan jadwal tanam berdasarkan ketersediaan air di lahan persawahan.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi cuaca yang dirujuknya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan turun pada Desember, meskipun durasi musim hujan diprediksi tidak berlangsung lama.

“Oleh karena itu, saya menyarankan agar petani mempercepat pelaksanaan tanam dengan tetap memperhatikan kondisi air, menggunakan benih padi berumur genjah atau berumur pendek, serta mengikuti anjuran pemerintah melalui penyuluh pertanian yang bertugas di desa,” ujarnya.

Ia berharap, langkah antisipatif tersebut dapat membantu petani memanfaatkan ketersediaan air secara optimal, mengurangi risiko gagal panen, serta menjaga produktivitas padi meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca yang tidak menentu.

Sementara itu, Kepala Desa Manuba, Hasna Sultan, S.Sy., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir serta mendukung pelaksanaan tradisi Mappalili di desanya.

Ia berharap, pelaksanaan Mappalili menjadi awal yang baik bagi para petani dalam menjalani musim tanam, sekaligus membawa harapan terhadap peningkatan hasil pertanian masyarakat Desa Manuba.

“Kami berharap apa yang kita laksanakan hari ini menjadi awal keberhasilan bagi para petani kami, sehingga hasil pertanian semakin meningkat dan dapat mendukung program swasembada pangan nasional,” ungkap Hasna.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh pegawai KUA Kecamatan Mallusetasi. Para peserta memohon kepada Allah SWT agar seluruh petani dan pemerintah senantiasa diberikan kesehatan serta keselamatan, disertai harapan agar hujan segera turun dan ketersediaan air mencukupi kebutuhan pertanian.

Pelaksanaan Mappalili ini menjadi wujud pelestarian kearifan lokal sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani.

Melalui kolaborasi tersebut, para petani diharapkan mampu menghadapi tantangan musim tanam dengan perencanaan yang lebih matang, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketahanan pangan di Kabupaten Barru semakin kuat.

(Darman)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update