Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Barru Dorong Operator Alat Berat Lokal Bersertifikat

10/01/26 | Kamis, Oktober 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-01T09:58:11Z

Bupati Barru Dorong Operator Alat Berat Lokal Bersertifikat dan Kompeten

BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Pemerintah Kabupaten Barru terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing sekaligus mengambil peluang kerja dari pembangunan dan investasi yang berkembang di daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., saat membuka Pelatihan dan Uji Sertifikasi Kompetensi Operator Alat Berat di Ruang Rapat Dinas PUTR PERKIM Kabupaten Barru, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar melalui kerja sama Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar dengan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perumahan Kawasan Permukiman (PUTR PERKIM) Kabupaten Barru.

Turut hadir Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar Sitti Nurrusiah, S.T., M.T., Kepala Dinas PUTR PERKIM Barru Indrajaya Andi Djamro, S.T., jajaran Dinas PUTR PERKIM, instruktur, asesor, serta para peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Andi Ina mengatakan sertifikasi operator alat berat penting untuk memastikan tenaga kerja lokal memiliki kemampuan yang memenuhi standar sekaligus meningkatkan peluang mereka terserap dalam pekerjaan konstruksi di daerah.

“Selama ini, jika ada pekerjaan konstruksi di Barru, terkadang operator alat berat yang digunakan berasal dari luar karena teman-teman kita di Barru belum memiliki sertifikasi. Nah, inilah salah satu tujuan pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Andi Ina.

Menurutnya, sertifikasi bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan pengakuan terhadap kompetensi tenaga kerja. Terlebih, pekerjaan operator alat berat memiliki risiko tinggi sehingga membutuhkan keterampilan, ketelitian, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya fisik bangunan yang berdiri, tetapi juga dari proses pelaksanaannya yang aman, tertib dan mengutamakan keselamatan kerja para pekerja,” tegasnya.

Andi Ina meminta peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan keterampilan. Ia juga berharap tenaga kerja yang telah mengikuti pelatihan dan dinyatakan kompeten dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan budaya **zero accident** atau nol kecelakaan kerja dalam pekerjaan konstruksi.

Bupati juga meminta Dinas PUTR PERKIM mendata tenaga kerja lokal yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikasi agar dapat dipertimbangkan ketika terdapat kebutuhan tenaga kerja dalam berbagai kegiatan konstruksi di daerah.

“Pemerintah Kabupaten Barru berkomitmen penuh untuk terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. Kalian harus mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri, di kampung halaman sendiri,” katanya.

Ia menilai peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal juga sejalan dengan berkembangnya pembangunan dan investasi di Kabupaten Barru yang berpotensi membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, **Sitti Nurrusiah, S.T., M.T.**, mengatakan sertifikasi tenaga kerja konstruksi merupakan bagian penting dalam memastikan tersedianya tenaga kerja yang kompeten dan profesional.

Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, tenaga kerja konstruksi diwajibkan memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK). Pengguna maupun penyedia jasa konstruksi juga berkewajiban mempekerjakan tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikat.

“Ini bukan hanya sekadar dokumen administrasi, tetapi merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja di sektor jasa konstruksi,” jelasnya.

Menurut Sitti, sertifikat kompetensi kerja memiliki masa berlaku lima tahun. Karena itu, peningkatan kompetensi dan sertifikasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tenaga kerja mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia konstruksi.

Andi Ina berharap program pelatihan dan sertifikasi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak tenaga kerja lokal Barru memiliki kompetensi dan kesempatan bekerja di daerah sendiri.

“Manfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. Serap seluruh ilmu yang diberikan, terus belajar, terus tingkatkan kompetensi dan selalu utamakan keselamatan dalam bekerja,” pungkasnya.

(Darman)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update