MAKASSAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye resmi dipercaya memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Takalar. Ia dilantik sebagai Ketua DPC HKTI Takalar bersama jajaran pengurus lainnya untuk periode kepengurusan mendatang.
Pelantikan berlangsung dalam rangkaian pelantikan DPC HKTI se-Sulawesi Selatan dan Musyawarah Daerah HKTI di Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma No. 130, Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Minggu (4/10/2026).
Pelantikan pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Selatan dipimpin langsung Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding.
Daeng Manye dilantik bersama Ichsan Ariansyah Muchtar sebagai sekretaris dan Irham sebagai bendahara DPC HKTI Takalar.
Ichsan Ariansyah Muchtar diketahui merupakan anggota DPRD Takalar dari Fraksi PKB dan Partai Hanura. Sementara Irham menjabat Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan.
Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi dan Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi Yustitia Iqbal. Hadir pula jajaran pimpinan dan anggota DPRD Sulsel serta sejumlah undangan lainnya.
Usai pelantikan, Daeng Manye menyebut jabatan tersebut sebagai amanah yang harus dijalankan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemajuan petani di Kabupaten Takalar.
"Ya, baru saja kami bertiga dilantik menjadi pengurus HKTI Kabupaten Takalar. Saya selaku ketua, kemudian Pak Ichsan Dg. Bella selaku sekretaris, dan Pak Irham selaku bendahara," kata Daeng Manye.
Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan adalah membangun konsolidasi organisasi dengan melengkapi struktur kepengurusan HKTI Takalar.
Pengurus juga akan mendorong pembentukan kepengurusan hingga tingkat anak cabang di wilayah Kabupaten Takalar agar organisasi dapat menjangkau lebih banyak petani.
"Ini menjadi amanah bagi kami untuk kemajuan petani yang ada di Takalar," ujarnya.
Daeng Manye mengatakan penguatan struktur organisasi diperlukan agar keberadaan HKTI dapat menjadi wadah yang mampu mengonsolidasikan kepentingan dan aspirasi petani di seluruh wilayah Takalar.
"Langkah selanjutnya setelah ini adalah membentuk kepengurusan inti dan melengkapi seluruh struktur organisasi di Takalar, HKTI Takalar," katanya.
"Termasuk membentuk anak cabang-anak cabang sehingga seluruh petani di Takalar ini terkonsolidasi," sambungnya.
Ia menegaskan jajaran pengurus HKTI Takalar akan berupaya menjalankan amanah tersebut secara maksimal dengan menempatkan kepentingan dan kemajuan petani sebagai salah satu fokus utama organisasi.
"Kita harap bahwa kami selaku pengurus bersama dengan seluruh tim akan bekerja maksimal untuk kemajuan para petani di Takalar," tutup Daeng Manye.
(Muhammad Rizal)


