Notification

×

Iklan

Iklan

Normalisasi Sungai CBL Bawa Harapan Baru bagi Warga di Dua Kecamatan di Bekasi

10/21/26 | Rabu, Oktober 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-21T06:05:59Z

Normalisasi Sungai CBL Bawa Harapan Baru bagi Warga di Dua Kecamatan di Bekasi

BEKASI (JAWA BARAT), DIMENSITIVINEWS.COM

Proyek normalisasi Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) membawa angin segar dan harapan baru bagi warga di Kecamatan Tambun Utara dan Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Warga berharap rampungnya proyek ini dapat menyudahi bencana banjir langganan yang selalu melanda setiap kali musim hujan tiba.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (20/10/2026), sejumlah alat berat ekskavator milik Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Provinsi Jawa Barat terus dikerahkan. Petugas di lapangan fokus melakukan pengerukan lumpur serta pelebaran alur sungai di titik-titik kritis, mulai dari kawasan Pulo Puter di Desa Srimahi hingga Kampung Babakan di Desa Muara Bakti.

Kepala Dusun II Desa Sukamekar, Nijam Antoni, mengungkapkan bahwa warga di wilayahnya telah menderita akibat banjir tahunan selama lebih dari sepuluh tahun.

"Kalau hujan deras terjadi selama dua jam saja, sawah dan rumah warga di pinggir Sungai CBL pasti kebanjiran. Air meluap karena kondisi sungai yang dangkal serta dipenuhi eceng gondok dan lumpur. Dengan adanya normalisasi ini, kami sangat bersyukur," ujar Nijam.

Apresiasi terhadap gerak cepat pemerintah juga datang dari pengawas proyek normalisasi Sungai CBL, Baba Pandih Kemis. Menurutnya, langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Dinas Pemprov Jawa Barat sangat tepat guna mengantisipasi luapan air menjelang musim penghujan.

"Langkah normalisasi Sungai CBL ini sangat tepat dikerjakan sekarang untuk mengantisipasi terjadinya luapan air, karena beberapa bulan ke depan wilayah ini akan memasuki musim penghujan," kata Baba.

Harapan serupa disampaikan oleh Anen, seorang warga Desa Sukamekar. Ia menilai pendalaman sungai ini akan sangat berdampak pada kelancaran aktivitas harian warga, termasuk anak-anak sekolah yang kerap terganggu saat banjir melanda.

"Harapan kami sangat besar. Kalau Sungai CBL sudah dalam lagi, aliran air dari Cikarang bisa langsung mengalir ke laut dan tidak menumpuk di tengah. Anak-anak sekolah juga tidak perlu libur lagi gara-gara banjir," tutur Anen.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamekar, Jayadih, membenarkan bahwa proyek normalisasi Sungai CBL ini merupakan realisasi dari aspirasi jangka panjang warga di dua kecamatan tersebut.

"Alhamdulillah tahun ini akhirnya terealisasi. Panjang aliran sungai yang dinormalisasi mencapai sekitar 16 kilometer. Dampaknya akan sangat luar biasa. Sekitar 2.000 hektare lahan persawahan dan ribuan rumah di Tambun Utara serta Sukawangi yang selama ini menjadi langganan banjir, insya Allah pada musim hujan nanti akan aman," jelas Jayadih.

Jayadih menambahkan, selain proses pengerukan lumpur, proyek ini juga mencakup penguatan dan peninggian tanggul agar lebih kokoh menahan debit air saat volume sungai meningkat.

Di sisi lain, salah satu tokoh petani Desa Sukamekar, Tole, mengingatkan agar proyek vital ini dikawal bersama dan tidak berhenti di tengah jalan. Ia menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam pemeliharaan berkala pascaproyek selesai.

"Kami meminta agar proyek ini dikawal bersama. Jangan sampai setelah dikeruk, sampah dan bangunan liar kembali membuat sungai dangkal. Petani sangat membutuhkan komitmen pemerintah untuk perawatan rutin ke depannya," tegas Tole.

Melalui normalisasi ini, warga optimistis produktivitas hasil panen dan roda perekonomian lokal tidak akan lagi lumpuh akibat banjir. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri menargetkan proyek normalisasi Sungai CBL ini dapat rampung sepenuhnya pada November 2026, sebelum memasuki puncak musim hujan.

(Agung)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update