Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Barru Perkuat Desa Digital, Integrasi Data Jadi Kunci Pengawasan

10/04/26 | Minggu, Oktober 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-04T13:43:14Z

Pemkab Barru Perkuat Desa Digital, Integrasi Data Jadi Kunci Pengawasan

MAKASSAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Pemerintah Kabupaten Barru terus mendorong transformasi digital di tingkat pemerintahan desa melalui pengembangan sistem desa digital terintegrasi. Sistem ini diarahkan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik, akurasi data, transparansi pengelolaan desa, hingga efektivitas pengawasan pemerintah daerah.

Penguatan sistem tersebut disosialisasikan kepada 40 kepala desa se-Kabupaten Barru bersama perangkat desa yang ditugaskan sebagai administrator. Kegiatan yang dilaksanakan CV Choice Studio selaku pengembang sistem itu berlangsung di Swiss-Belhotel Panakkukang, Makassar, Sabtu (3/10/2026).

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., mengatakan digitalisasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Barru, yakni “Membangun Desa, Menata Kota.”

Menurutnya, pemanfaatan teknologi tidak semata-mata menghadirkan aplikasi baru, tetapi harus menjadi instrumen untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih cepat, transparan, akuntabel, dan berbasis data.

“Kalau kita ingin membangun desa, maka kita harus menggunakan teknologi. Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, transparan dan akuntabel,” ujar Bupati.

Sistem desa digital terintegrasi tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan desa dalam satu ekosistem. Dengan sistem itu, pengelolaan dan akses data diharapkan menjadi lebih mudah, sekaligus memungkinkan pemerintah daerah melakukan pemantauan dan evaluasi secara lebih efektif.

Akurasi Data Jadi Perhatian

Bupati menekankan, akurasi data merupakan salah satu fondasi penting dalam menentukan kebijakan dan memastikan program pemerintah tepat sasaran.

Integrasi data, kata dia, diharapkan dapat meminimalkan persoalan administrasi yang berpotensi memengaruhi penyaluran program pemerintah kepada masyarakat.

Ia mencontohkan masih adanya kemungkinan data penerima BPJS yang tetap tercatat meskipun penerima telah meninggal dunia atau berpindah tempat tinggal.

“Data harus kita pastikan benar. Jangan sampai orangnya sudah meninggal atau pindah, tetapi masih tercatat sebagai penerima. Dengan integrasi data, kita berharap hal-hal seperti ini bisa segera diketahui dan ditindaklanjuti,” jelasnya.

Digitalisasi juga diarahkan untuk memperkuat pemantauan kondisi masyarakat di tingkat desa. Pemerintah desa didorong memastikan setiap anak tercatat dalam sistem, memperoleh hak pendidikan, serta dapat segera diidentifikasi apabila menghadapi persoalan sosial yang membutuhkan intervensi pemerintah.

Selain pengelolaan data, sistem tersebut diharapkan menjadi kanal komunikasi yang lebih cepat antara pemerintah desa dan pemerintah daerah. Persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat disampaikan secara lebih cepat sehingga pemerintah daerah dapat mengetahui dan menindaklanjutinya sesuai kewenangan.

“Tidak mungkin pemerintah daerah setiap hari mendatangi seluruh desa. Tetapi dengan sistem ini, kita bisa melihat dan memantau apa yang terjadi di desa setiap hari,” kata Bupati.

Satu Ekosistem Digital

Kepala Dinas PMD PPKB P3A Kabupaten Barru Herman Jaya menjelaskan, pengembangan sistem tersebut berangkat dari gagasan untuk mengintegrasikan berbagai aspek pengelolaan desa dalam satu platform.

Ia mengibaratkan desa sebagai sebuah rumah besar yang memiliki sejumlah ruang dengan fungsi masing-masing. Setiap bagian tetap memiliki ruang pengelolaan dan privasi, tetapi seluruhnya terhubung dalam satu sistem.

“Gagasannya adalah bagaimana seluruh aspek pengelolaan desa bisa terintegrasi. Desa tetap memiliki ruang untuk mengelola datanya, tetapi pemerintah daerah dapat melakukan monitoring sesuai kebutuhan,” jelas Herman.

Menurutnya, sistem tersebut tidak hanya memudahkan akses terhadap data desa, tetapi juga dapat mendukung transparansi pengelolaan keuangan, termasuk penyusunan dan perhitungan pendapatan desa melalui sistem digital.

Pemkab Barru juga mendorong agar sistem tersebut dapat terintegrasi dengan berbagai sistem yang telah digunakan dalam pengelolaan pemerintahan desa, termasuk Six Coverage.

Integrasi ini dinilai penting untuk menghindari pengelolaan data melalui banyak sistem yang terpisah. Dengan satu ekosistem digital, pemerintah daerah dapat memperluas jangkauan monitoring tanpa harus melakukan pengawasan fisik ke seluruh desa setiap hari.

“Dengan sistem ini, data dapat dipantau dan ditarik setiap hari sesuai kebutuhan. Ini akan membantu pemerintah daerah dalam melakukan monitoring secara lebih cepat dan luas,” kata Herman.

Bagi pemerintah desa, sistem terintegrasi juga diharapkan memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pemerintahan serta anggaran. Pencatatan dan penyajian data secara digital dapat membantu desa bekerja lebih tertib sekaligus menyediakan dokumentasi yang dapat ditelusuri.

Kepala Desa Diminta Jaga Integritas

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Barru juga mengingatkan para kepala desa agar berhati-hati menjalankan amanah, khususnya dalam pengelolaan anggaran desa.

Menurutnya, jabatan kepala desa merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Jabatan ini adalah amanah. Kita tidak perlu berpikir terlalu jauh tentang jabatan berikutnya. Yang paling penting adalah bagaimana amanah yang diberikan kepada kita hari ini dapat kita jalankan dengan sebaik-baiknya untuk masyarakat,” tuturnya.

Bupati berharap setiap desa memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan sistem dengan menugaskan administrator khusus. Administrator tersebut bertanggung jawab memastikan data diperbarui secara berkala dan tetap terhubung dengan sistem pemerintah daerah.

Melalui penerapan sistem desa digital terintegrasi, Pemkab Barru menargetkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif, data yang semakin akurat, pengawasan yang lebih luas, serta pelayanan publik yang lebih cepat dan responsif.

Digitalisasi desa tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Barru memastikan kehadiran pemerintah dapat dirasakan masyarakat hingga tingkat desa, sekaligus memperkuat komitmen “Membangun Desa, Menata Kota.”

(Darman)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update