Banjir Luapan Kali Citarum dan Cibet Terjang Karawang-Bekasi, Beberapa Warga Belum Terima Bantuan Makanan
Karawang (Jawa Barat), dimensitivinews.com
Ribuan warga Kabupaten Karawang dan Kota Bekasi terjepit banjir akibat luapan Kali Citarum dan Kali Cibet setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama sehari semalam pada Minggu (18/01/2026). Sampai hari Senin (19/01/2026) pukul siang, debit air sungai masih tinggi dan belum menunjukkan tanda akan surut.
Warga yang terdampak mengaku merasa gelisah dan khawatir rumah mereka roboh akibat lama terendam air. Pada awal kejadian, sebagian warga sudah menyadari hujan terus menerus mengguyur, namun tidak menyangka akan terjadi banjir skala besar.
"Saat sedang santai saja, tiba-tiba air meluap dan naik dengan sangat cepat. Kami langsung diberitahu melalui himbauan dari masing-masing RT, lalu berhamburan mencari tempat aman yang paling tinggi," ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka akibat kecepatan kenaikan air. Kondisi semakin memprihatinkan di beberapa titik, salah satunya rumah seorang warga yang terendam hampir sampai atap.
"Sampai sekarang saya belum menerima bantuan makanan dan selimut. Mohon bantuan dari pemerintah atau para dermawan, yang paling dibutuhkan adalah makanan untuk mengganjal perut," ujar warga tersebut saat diwawancarai awak media Dimensi TV yang berada di lokasi.
Banjir tahun 2026 ini hampir merata melanda sebagian besar kecamatan di Kabupaten Bekasi dan bahkan menyebar ke wilayah kota. Di Kabupaten Karawang, hampir seluruh kecamatan terdampak akibat curah hujan yang sangat tinggi.
Sebagai titik cerah, di Kecamatan Rengas Dengklok, Desa Karyasari Dusun Bakan, kondisi banjir mulai menunjukkan tanda surut. UPTD Kesehatan Kalangsari Rengasdengklok langsung menggelar layanan kesehatan dan bansos pengobatan gratis bagi warga terdampak.
"Kebanyakan warga mengeluhkan keluhan kepala pusing, batuk, serta gatal-gatal. Secara umum, penyakit yang dialami adalah demam dan gangguan kulit akibat paparan air banjir," jelas Mantri Aan Permana, salah satu petugas kesehatan saat diwawancarai.
(Enday Sukandi)



