Mini Lokakarya Penurunan Stunting Digelar, Berbagai Pemangku Kepentingan Sinergikan Upaya di Galesong Utara


Mini Lokakarya Penurunan Stunting Digelar, Berbagai Pemangku Kepentingan  Sinergikan Upaya di Galesong Utara
 
Takalar (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com.

Dalam upaya nyata menekan angka stunting di tingkat kecamatan, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Takalar menggelar Mini Lokakarya Penurunan Stunting di Balai Pertemuan Kantor Kecamatan Galesong Utara pada hari Rabu (7/1/2026). Kegiatan yang menghadirkan berbagai perwakilan lintas sektor ini bertujuan untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi dalam menangani permasalahan stunting yang masih menjadi tantangan di wilayah tersebut.
 
Hadir sebagai narasumber dan peserta utama dalam kegiatan ini adalah Camat Galesong Utara Mohammad Faisal Irfan SE., M.Si, yang turut memimpin arahan dalam upaya percepatan penurunan stunting di kecamatan bawahannya. Juga menghadiri perwakilan dari institusi keamanan yaitu Kapolsek Galesong Utara Iptu Agusalim Gama, SH, dan Danramil Galesong Utara Letda Muhammad Rizal, yang menunjukkan komitmen pihak keamanan dalam mendukung program pembangunan kesehatan masyarakat.


Selain itu, kegiatan diisi oleh para ahli dan pembuat kebijakan dari dinas terkait, antara lain Kepala Bidan Advokasi dan Penggerakan Lini Lapangan Dinas PPKBPPPA Takalar, Kabid Sarana dan Prasarana Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Takalar dr. Novita Yulianti M.Tr., Adm, Kes, yang menjelaskan terkait infrastruktur dan standar pelayanan kesehatan untuk pencegahan stunting. Juga turut berpartisipasi Hj. Siti Herlinda S.Kep.Ns selaku Kepala Puskesmas Galesong Utara dan Hasni. S. Gs, Serta selaku Kepala Puskesmas Pembantu (Kapus) Aeng Towa, yang memberikan gambaran kondisi aktual stunting di tingkat pelayanan pertama.
 
Tidak hanya perwakilan dinas dan fasilitas kesehatan, kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Galesong Utara, penyuluh Keluarga Berencana (KB), kader Tim Pendamping Keluarga Integrasi Manajemen Pemberian Makan (IMP), serta perwakilan dari berbagai lintas sektor lainnya. Kehadiran para pihak ini menjadi bukti bahwa penurunan stunting membutuhkan kolaborasi yang komprehensif dari berbagai elemen masyarakat.


Prosesi mini lokakarya yang interaktif ini dipandu langsung oleh Andi Nurfitri Ishaq, S.Sos selaku Kepala Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Dalam panduannya, peserta diajak untuk mendiskusikan peran masing-masing pihak, identifikasi kendala yang dihadapi di lapangan, serta menyusun langkah-langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan di masing-masing desa.
 
Dalam sambutannya, Camat Mohammad Faisal Irfan menyampaikan bahwa penurunan stunting adalah prioritas utama kecamatan, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. "Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, desa, dinas terkait, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini," ujarnya.


Sementara itu, dr. Novita Yulianti menambahkan bahwa upaya pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, seperti pemberian makan yang tepat bagi ibu hamil dan anak-anak, serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas. "Kita akan terus mendukung kecamatan dengan berbagai program dan pelatihan untuk memastikan bahwa setiap anak di Galesong Utara dapat tumbuh dengan sehat," jelasnya.
 
Mini lokakarya ini diharapkan dapat menghasilkan komitmen bersama dan rencana aksi yang jelas untuk mengurangi angka stunting di Kecamatan Galesong Utara, sehingga dapat berkontribusi pada pencapaian target penurunan stunting di tingkat Kabupaten Takalar secara keseluruhan.

(Husain Siama)