Dramatis! Ambulance Apung Polairud Sumsel Jemput Jenazah Nahkoda Yang Meninggal Saat Melaut


Dramatis! Ambulance Apung Polairud Sumsel Jemput Jenazah Nahkoda Yang  Meninggal Saat Melaut
 
Palembang (Sumatera Selatan), dimensitivinews.com

Personel Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) dari Pos Pangkalan Sandar Upang bergegas mengoperasikan ambulance apung untuk mengevakuasi jenazah nahkoda KM Kurnia, Rudi, yang meninggal dunia saat melaut di perairan Sungai Lumpur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pagi hari ini.
 
Kabar duka diterima personel setelah didatangi warga Desa Upang, Yudi, yang mengabarkan bahwa keluarganya, Rudi, meninggal di atas kapal dan meminta bantuan untuk membawa jenazah ke Desa Upang, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin. Hal ini disampaikan Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho melalui Komandan Kapal V-1027 Upang Aipda Ardianto SH MH.
 
"Dari keterangan ABK yang satu kapal dengan almarhum Rudi, sebelum meninggal ia mengeluh masuk angin dan merasakan sakit di bagian dada," ujar Aipda Ardianto kepada wartawan.
 
Menurut salah satu ABK, almarhum masih mengemudikan kapal saat menarik jaring ikan pada Jumat malam (06/02) sekitar pukul 21.00 WIB. "ABK merasa heran mengapa kapal terus berjalan maju meskipun sudah diberi aba-aba untuk berhenti. Saat salah satu ABK menghampiri ruang kemudi, ditemukan Rudi dalam keadaan terguling. Setelah diperiksa, tidak ada denyut nadi dan dinyatakan meninggal," jelasnya.
 
Perjalanan dari Upang menuju perairan Sungai Sujian ditempuh sekitar tiga jam dengan harus menerjang ombak besar. "Setelah menerima kabar, anggota langsung menjemput jenazah dari KM Kurnia di perairan Sujian, kemudian dipindahkan ke ambulance apung untuk dibawa ke rumah duka di Desa Upang," tandasnya.
 
(Yusan)