Notification

×

Iklan

Iklan

Mappadendang Kembali Bergema di Siddo, Tradisi Panen yang Pererat Kebersamaan Warga

3/17/26 | Selasa, Maret 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-17T05:28:48Z


Mappadendang Kembali Bergema di Siddo, Tradisi Panen yang Pererat Kebersamaan Warga


BARRU (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com


Tradisi budaya Mappadendang kembali digelar meriah di Dusun Congko, Desa Siddo, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Senin malam (16/3/2026). Kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan kearifan lokal yang sarat nilai kebersamaan dan gotong royong masyarakat.



Acara tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari Camat Soppeng Riaja Amrullah, Ketua KTNA Soppeng Riaja Abidin Issa, tokoh masyarakat, aparat desa, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Mengusung tema “Desa Siddo Bermartabat: Kuat Secara Budaya dan Ekonomi melalui Ketahanan Pangan”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.



Kepala Desa Siddo, Khairul Rijal, menyampaikan apresiasi kepada warga Dusun Congko yang berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Mappadendang bukan sekadar tradisi, melainkan representasi nilai kebersamaan yang terus dijaga.

“Mappadendang adalah warisan budaya yang mencerminkan semangat gotong royong dan persatuan masyarakat dalam menjaga martabat desa,” ujarnya.



Sementara itu, Camat Soppeng Riaja, Amrullah, menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan tradisi tersebut sebagai identitas budaya daerah.

“Tradisi ini bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya. Kami telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mendukung pengembangannya,” katanya.



Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan tarian etnis oleh Forum Anak Desa Siddo yang menggambarkan kegembiraan masyarakat menyambut masa panen. Selanjutnya, tokoh masyarakat memaparkan sejarah Mappadendang, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi penumbukan lesung secara bersama-sama.



Atraksi tersebut menjadi puncak acara yang sarat makna, mencerminkan kekompakan dan kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tradisi Mappadendang tetap lestari dan mampu menjadi penggerak kebersamaan sekaligus potensi ekonomi masyarakat di Desa Siddo.

(Syahruddin Cokkas)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update