Barru Lepas Ekspor Perdana Rajungan Olahan ke Vietnam, 18 Ton Tembus Pasar ASEAN
Barru (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com
Pemerintah Kabupaten Barru secara resmi melepas ekspor perdana produk daging kepiting rajungan olahan milik PT. Phillips Seafoods Indonesia ke pasar ASEAN, khususnya Vietnam. Pelepasan dilakukan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Barru, Andi Syarifuddin, di pabrik perusahaan yang berlokasi di Bojo Baru, Kecamatan Mallusetasi, Senin (27/4).
Dalam sambutannya, Andi Syarifuddin mengapresiasi kontribusi PT. Phillips Seafoods Indonesia dalam mengembangkan komoditas lokal hingga mampu menembus pasar internasional.
“Ekspor perdana sebanyak 18 ton ini menjadi bukti bahwa produk perikanan Barru memiliki kualitas dan daya saing di pasar global,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ekspor tersebut tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor perikanan Barru menunjukkan kinerja positif. Pada 2025, total produksi mencapai 27.410,47 ton, melampaui target yang ditetapkan. Kabupaten Barru juga tercatat sebagai produsen udang terbesar keempat di Sulawesi Selatan dengan produksi sekitar 4,4 ton per tahun.
Meski demikian, Andi Syarifuddin mengungkapkan bahwa pasokan bahan baku lokal untuk industri pengolahan masih terbatas. Dari total kebutuhan, kontribusi bahan baku dari Barru masih di bawah 3 persen, sementara sekitar 30 persen masih bergantung pada impor.
“Ini menjadi peluang besar bagi nelayan lokal untuk meningkatkan produksi rajungan guna memenuhi kebutuhan industri,” katanya.
Sebagai upaya penguatan sektor ini, Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Perikanan terus bersinergi dengan PT. Phillips Seafoods Indonesia dalam mendorong hilirisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui pembinaan di Mini Plant Kelompok Mappadeceng, Desa Lasitae, untuk meningkatkan kualitas olahan rajungan.
Langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah “Barru Berkeadilan, Barru Maju Berkelanjutan, dan Barru Sejahtera Lebih Cepat” periode 2025–2030, yang menitikberatkan pada penguatan investasi dan ekonomi berbasis potensi lokal.
Pemerintah daerah juga mengimbau para nelayan untuk menjaga kelestarian sumber daya laut dengan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan serta menjaga populasi rajungan demi keberlanjutan ekonomi jangka panjang.
Sementara itu, General Manager PT. Phillips Seafoods Indonesia, Luthfian Rizqi Hidayat, menyebut ekspor ini sebagai tonggak penting bagi operasional perusahaan di Sulawesi.
“Pengiriman ke Vietnam menjadi langkah awal untuk memperluas pasar di Asia Tenggara. Dukungan pemerintah daerah sangat membantu dalam meningkatkan daya saing produk kami di tingkat internasional,” ujarnya.
Ke depan, perusahaan menargetkan peningkatan volume ekspor secara bertahap, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara dan kesejahteraan masyarakat pesisir di Sulawesi Selatan.
(Darman)







