Pemdes Siddo Usulkan KNMP Terapung Berbasis Ekowisata, Optimalkan Dermaga dan Potensi Laut
Barru (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com
Pemerintah Desa (Pemdes) Siddo, Kecamatan Soppeng Riaja, mengusulkan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) berbasis pancang atau terapung sebagai upaya mengoptimalkan potensi sektor perikanan dan pariwisata pesisir.
Usulan tersebut difokuskan pada pemanfaatan dermaga pendaratan ikan yang dibangun sejak 2010, yang selama ini lebih banyak difungsikan sebagai tempat tambat perahu. Padahal, fasilitas tersebut juga dilengkapi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dengan potensi ekonomi yang dinilai masih belum dimaksimalkan.
Kepala Desa Siddo, Khairul Rijal, mengatakan aset milik Pemerintah Kabupaten Barru itu layak dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi nelayan yang modern dan terintegrasi.
“Dermaga ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui konsep KNMP terapung. Tidak hanya sebagai tempat tambat perahu, tetapi juga menjadi pusat ekonomi nelayan yang lebih produktif,” ujarnya, Sabtu (26/4).
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor pendukung yang menjadikan Siddo layak menjadi lokasi pengembangan KNMP. Di antaranya ketersediaan infrastruktur dasar berupa dermaga dan TPI, potensi komoditas unggulan seperti perikanan tangkap (pagae dan bagang), serta ketersediaan sumber daya manusia nelayan.
Selain itu, akses pasar yang terbuka karena letak strategis di jalur pesisir Barru, dukungan pemerintah desa, serta struktur sosial masyarakat yang telah terbentuk menjadi modal penting dalam pengembangan program tersebut.
Khairul menjelaskan, konsep KNMP terapung menawarkan fleksibilitas dan integrasi berbagai aktivitas. Selain fungsi utama sebagai tempat tambat perahu, kawasan ini dapat dikembangkan menjadi pusat distribusi hasil laut, fasilitas cold storage, pengolahan produk perikanan, hingga pusat edukasi nelayan.
“Dengan sistem terapung, aktivitas nelayan bisa lebih terintegrasi, mulai dari produksi hingga pemasaran. Ini juga dapat membuka akses terhadap permodalan dan teknologi,” jelasnya.
Lebih lanjut, konsep tersebut dinilai berpotensi dikembangkan sebagai destinasi ekowisata bahari. Dermaga dapat difungsikan sebagai ruang publik yang menghadirkan berbagai aktivitas, seperti edukasi mangrove, wisata memancing, kuliner hasil laut, hingga wisata pesisir.
“KNMP Siddo tidak hanya berbasis perikanan, tetapi juga membuka peluang sektor pariwisata. Ekonomi bisa bergerak, lingkungan tetap terjaga, dan generasi muda dapat kembali tertarik ke sektor kelautan,” tambahnya.
Pemdes Siddo berharap gagasan ini dapat menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam merancang program pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan.
Sebelumnya, dalam kunjungan DPRD Barru ke Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan, terungkap bahwa program KNMP tahap ketiga di wilayah Indonesia Timur mencakup sekitar 1.200 titik. DPRD pun mendorong pemerintah daerah untuk segera menyiapkan persyaratan guna mengakses program tersebut.
Dengan pengelolaan yang terintegrasi, pengembangan KNMP terapung di Desa Siddo diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi pesisir, meningkatkan kesejahteraan nelayan, sekaligus menjadi model pengembangan kawasan berbasis perikanan dan wisata yang berkelanjutan.
(Syahruddin Cokkas)


