Notification

×

Iklan

Iklan

Potensi Desa Punaga Mendunia, Kepala Desa Sambut Positif Sorotan Media Asing

4/04/26 | Sabtu, April 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-04T06:45:53Z

Potensi Desa Punaga Mendunia, Kepala Desa Sambut Positif Sorotan Media Asing

TAKALAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Kepala Desa Punaga, Kabupaten Takalar, Syarifuddin Daeng Sore, menyambut positif kunjungan delegasi media internasional yang meliput aktivitas budidaya rumput laut di wilayahnya.

Syarifuddin mengungkapkan, rencana peliputan tersebut telah melalui proses koordinasi sejak satu bulan sebelumnya. Dalam kunjungan itu, awak media asing mendokumentasikan secara menyeluruh proses budidaya, mulai dari tahap pembibitan, pemanenan, hingga pengemasan hasil panen untuk dipasarkan.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran media internasional yang meliput langsung aktivitas masyarakat kami. Ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi desa ke kancah global,” ujar Syarifuddin, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, publikasi di tingkat internasional diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas rumput laut Desa Punaga di pasar dunia. Ia juga berharap hal tersebut dapat mendorong terciptanya persaingan harga yang sehat serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Jika potensi ini semakin dikenal, maka peluang ekspor akan semakin terbuka. Dampaknya tentu akan dirasakan oleh petani, sekaligus berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah melalui pajak ekspor,” tambahnya.

Sebelumnya, media internasional melaporkan bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen rumput laut tropis terbesar di dunia. Komoditas yang dikenal sebagai “emas hijau” ini terbukti mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir, termasuk di Sulawesi Selatan.

Sejumlah nelayan bahkan telah merasakan dampak ekonomi yang signifikan, mulai dari pembangunan rumah layak huni hingga kemampuan menyekolahkan anak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Namun demikian, sektor ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya, dominasi ekspor bahan mentah yang mencapai lebih dari 80 persen, sehingga petani rentan terhadap fluktuasi harga global.

Selain itu, penggunaan limbah plastik sebagai pelampung juga menjadi perhatian serius karena berpotensi mencemari lingkungan laut. Pemerintah pun mulai mendorong penggunaan pelampung ramah lingkungan sebagai solusi.

Di sisi lain, upaya peningkatan nilai tambah terus dilakukan melalui pengembangan industri pengolahan dalam negeri, seperti produksi karagenan, kosmetik, hingga bioplastik.

Dengan berbagai potensi dan tantangan tersebut, penguatan sektor hilirisasi serta pengelolaan lingkungan dinilai menjadi kunci keberlanjutan industri rumput laut di masa depan.

(Arfah)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update