Aktivis Tebo Soroti Minimnya Keterbukaan PT Montd’Or dalam Polemik Jalan TMMD
TEBO (JAMBI), DIMENSITIVINEWS.COM
Polemik terkait rencana penggunaan jalan TMMD di Kecamatan Tebo Ilir kembali mendapat sorotan. Kali ini, kritik datang dari aktivis Tebo, Hafizan Romy Faisal, yang menilai PT Montd’Or Oil Tungkal Ltd perlu lebih terbuka kepada masyarakat terkait aktivitas dan kebijakan perusahaan di wilayah tersebut.
Menurut Romy, masyarakat pada prinsipnya tidak menolak investasi maupun aktivitas perusahaan selama seluruh proses berjalan transparan serta memperhatikan kepentingan warga sekitar. Namun, sikap perusahaan yang dinilai belum memberikan penjelasan terbuka kepada publik justru memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.
“Publik mempertanyakan mengapa perusahaan memilih belum memberikan penjelasan secara terbuka. Padahal sebelumnya PT Montd’Or Oil Tungkal Ltd pernah melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat dalam kegiatan pengeboran di wilayah lain. Artinya, perusahaan memahami pentingnya komunikasi publik,” ujar Romy, Selasa (12/5/2026).
Ia menilai, keterbukaan informasi sangat penting agar tidak menimbulkan asumsi maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat. Menurutnya, penggunaan akses jalan yang berkaitan dengan fasilitas umum seharusnya disampaikan secara terbuka kepada warga dan pihak terkait.
“Ketika informasi tidak disampaikan secara jelas, masyarakat bisa membangun persepsi sendiri. Karena itu, komunikasi yang terbuka sangat dibutuhkan agar polemik tidak berkembang lebih luas,” katanya.
Romy juga mengapresiasi langkah Komisi III DPRD Tebo yang mulai menyoroti persoalan tersebut. Ia berharap seluruh pihak dapat duduk bersama untuk mencari solusi terbaik tanpa menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Menurutnya, jalan TMMD bukan hanya sekadar akses penghubung, tetapi juga memiliki nilai sosial dan kepentingan masyarakat yang perlu dijaga bersama.
Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten Tebo mengambil peran sebagai fasilitator agar komunikasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah desa, dan DPRD dapat berjalan lebih baik.
“Kami berharap ada ruang dialog yang terbuka sehingga masyarakat memperoleh penjelasan yang utuh. Jika seluruh proses memang sesuai aturan, maka keterbukaan justru akan membangun kepercayaan publik,” tutupnya.
(Herman)


