Antisipasi Kekeringan, BPBD Barru Bersama PLTU dan Pemdes Lawallu Bangun Tandon Air Komunal
BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Mengantisipasi potensi kekeringan dan krisis air bersih akibat fenomena El Niño, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barru berkolaborasi dengan PLTU Barru dan Pemerintah Desa Lawallu membangun dua unit tandon air komunal.
Pembangunan fasilitas penampungan air tersebut merupakan bagian dari Program PINTAR-PB (Pusat Integrasi Tanggap dan Respon Cepat Penanggulangan Bencana) yang melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Dua unit tandon air komunal tersebut ditempatkan di lokasi berbeda. Satu unit berada di Dusun Dollajange untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, sementara satu unit lainnya ditempatkan di Dusun Tanra Balana, tepatnya di SD Negeri 119 Barru, guna mendukung kebutuhan air bersih warga dan lingkungan sekolah.
Tokoh masyarakat Desa Lawallu, Edy Sanjaya, mengatakan keberadaan tandon air komunal tersebut menjadi langkah antisipatif dalam menghadapi kemungkinan terjadinya musim kemarau panjang yang dapat berdampak pada ketersediaan air bersih.
“Penyediaan tandon air komunal ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi potensi kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Edy Sanjaya, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya memperkuat ketersediaan air bersih, tetapi juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha melalui PLTU Barru, dan pemerintah desa dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana.
Edy pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengadaan tandon air komunal tersebut.
Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama sehingga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Lawallu.
Dengan adanya tandon air komunal ini, kebutuhan air bersih masyarakat diharapkan tetap terjaga, sekaligus meminimalkan dampak kekeringan melalui langkah mitigasi yang terencana dan kolaboratif.
Sebagai informasi, Program PINTAR-PB merupakan inovasi yang dikembangkan melalui Sub Kegiatan 1.05.03.2.04.0003 tentang Kerja Sama Antar-Lembaga dan Kemitraan dalam Penanggulangan Bencana Kabupaten/Kota.
Program tersebut berfokus pada penguatan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi serta pengurangan risiko bencana, termasuk potensi kekeringan akibat fenomena El Niño pada 2026.
(Syahruddin Cokkas)


