Notification

×

Iklan

Iklan

BPBD Takalar Sosialisasikan SRI, Perkuat Layanan Darurat 112 dan Penanganan Bencana

7/07/26 | Selasa, Juli 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-07T13:33:51Z

BPBD Takalar Luncurkan Smart Respons Terintegrasi, Perkuat Layanan Darurat 112 dan Penanganan Bencana

TAKALAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Takalar menggelar sosialisasi Smart Respons Terintegrasi (SRI Takalar) di Ruang Pertemuan Kantor BPBD Takalar, Selasa (7/7/2026). Program inovasi tersebut dihadirkan untuk memperkuat layanan darurat Emergency Call 112, mempercepat penanganan bencana, serta meningkatkan koordinasi lintas instansi dalam merespons berbagai kondisi kedaruratan.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Kodim 1426/Takalar, Polres Takalar, akademisi, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan/PSC, Dinas Sosial dan PMD, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Kominfo-SP, Pos Basarnas Takalar, para camat, kepala desa dan lurah, PLN, PDAM Tirta Panrannuangku, PMI, Baznas, RAPI, insan pers, serta Tim Inovasi SRI BPBD Kabupaten Takalar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Takalar, Hj. Herlina, S.T., menjelaskan bahwa Smart Respons Terintegrasi (SRI Takalar) merupakan sistem yang menghubungkan organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, hingga pemerintah desa dan kelurahan dalam satu mekanisme pelaporan serta penanganan keadaan darurat.

Menurutnya, BPBD selama ini menangani berbagai laporan bencana dari seluruh 12 kecamatan di Kabupaten Takalar, mulai dari puting beliung, banjir, abrasi, hingga kebakaran.

"Smart Respons Terintegrasi bukan sekadar inovasi, tetapi langkah nyata untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan transparan. Keberhasilan program ini bergantung pada sinergi dan komitmen seluruh pihak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Herlina.

Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 BPBD Takalar telah menyalurkan bantuan kepada 1.972 jiwa yang terdampak berbagai bencana. Sementara hingga Juli 2026, jumlah penerima bantuan telah mencapai 751 jiwa, yang terdiri atas korban puting beliung, abrasi, banjir, kebakaran, dan bencana lainnya.

Herlina menambahkan, sosialisasi SRI Takalar akan terus diperluas hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan agar seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama dalam sistem pelaporan dan penanganan bencana secara terpadu.

Sementara itu, Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika Kabupaten Takalar, Andi Gunawan, mengatakan layanan Emergency Call 112 menjadi bagian penting dalam implementasi SRI Takalar.

Saat ini, pusat layanan 112 masih dioperasikan oleh Bidang Humas Dinas Kominfo Kabupaten Takalar. Setiap laporan masyarakat akan diterima operator dan langsung diteruskan kepada instansi terkait sesuai jenis kejadian.

"Laporan kebakaran maupun bencana alam akan diteruskan ke BPBD. Jika membutuhkan ambulans akan diteruskan ke PSC atau Dinas Kesehatan, sedangkan laporan tindak pidana akan diteruskan kepada pihak kepolisian. Sistem ini dirancang untuk mempercepat respons melalui koordinasi lintas instansi," jelasnya.

Ia menambahkan, layanan 112 merupakan layanan kedaruratan nasional yang dapat diakses masyarakat kapan pun dan dari mana pun. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Takalar menargetkan layanan tersebut dapat beroperasi selama 24 jam dengan dukungan operator yang bekerja secara bergiliran.

"Harapan kami, Emergency Call 112 terus dikembangkan sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kedaruratan selama 24 jam. Penempatan pusat layanan nantinya akan disesuaikan dengan kebijakan Bupati Takalar dan kesiapan instansi yang menangani kondisi darurat," katanya.

Melalui implementasi Smart Respons Terintegrasi (SRI Takalar), Pemerintah Kabupaten Takalar berharap koordinasi antara BPBD, Dinas Kominfo, TNI-Polri, PSC, Damkar, Basarnas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, serta perangkat daerah lainnya semakin kuat, sehingga setiap laporan masyarakat dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan profesional.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan Emergency Call 112 sebagai saluran resmi pelaporan apabila terjadi bencana, kebakaran, kecelakaan lalu lintas, orang tenggelam, maupun kondisi darurat lainnya, demi meningkatkan keselamatan masyarakat dan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Takalar.

(Muhammad Rizal)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update