Notification

×

Iklan

Iklan

Kapolda Sulsel Buka Pendidikan Bintara Polri Gelombang II 2026, Siapkan Bhayangkara Berintegritas dan Profesional

7/21/26 | Selasa, Juli 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-21T09:56:24Z

Kapolda Sulsel Buka Pendidikan Bintara Polri Gelombang II 2026, Siapkan Bhayangkara Berintegritas dan Profesional

MAKASSAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memimpin upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulsel, Senin (20/7/2026).

Upacara tersebut dihadiri Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol. Hartoyo, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda Sulsel, serta jajaran pendidik dan pengasuh SPN Polda Sulsel.

Sebanyak 140 peserta didik resmi memulai pendidikan pembentukan Bintara Polri berkualifikasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di SPN Polda Sulsel. Para peserta didik tersebut berasal dari sejumlah wilayah, yakni Polda Sulsel sebanyak 60 orang, Log Polri satu orang, Polda Sulawesi Tenggara 10 orang, Polda Sulawesi Tengah 23 orang, Polda Sulawesi Utara 34 orang, dan Polda Gorontalo 12 orang.

Dalam amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri yang dibacakannya, Kapolda Sulsel menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang telah dinyatakan lulus seleksi dan memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri.

"Selamat kepada seluruh peserta didik yang telah dinyatakan lulus seleksi dan memperoleh kesempatan untuk mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri berkualifikasi SPKT TA 2026. Saudara adalah putra-putri terbaik bangsa yang telah menyisihkan ribuan pendaftar untuk mengikuti pendidikan di lembaga ini. Oleh karena itu, jalani pendidikan ini dengan sebaik-baiknya," demikian amanat yang dibacakan Kapolda Sulsel.

Pendidikan Pembentukan Bintara Polri tahun ini mengusung tema "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif."

Dalam amanat tersebut, peserta didik juga diingatkan bahwa moral dan integritas harus menjadi landasan utama setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas dan kewenangannya. Tanpa moral dan integritas, kewenangan kepolisian berpotensi disalahgunakan dan dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Kapolda juga menekankan pentingnya peran Polri dalam mendukung berbagai program pemerintah. Hal tersebut merupakan bagian dari tugas Polri dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi dapat berlangsung secara aman, tertib, damai, serta berkeadilan.

Pendidikan Pembentukan Bintara Polri berkualifikasi SPKT TA 2026 juga dirancang menggunakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan tersebut menempatkan capaian kompetensi lulusan sebagai fokus utama dalam seluruh proses pendidikan, dengan menekankan aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, serta standar kinerja yang harus dimiliki peserta didik.

Dengan penerapan kurikulum tersebut, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari kemampuan peserta didik menyelesaikan seluruh materi pembelajaran, tetapi juga dari kemampuan mereka memahami dan menerapkan tugas pokok kepolisian secara profesional di lapangan.

Mengakhiri amanatnya, Kapolda Sulsel berpesan agar seluruh peserta didik mengikuti proses pendidikan dengan penuh disiplin, menjunjung tinggi moralitas dan integritas, serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku.

Ia berharap seluruh peserta didik dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik, aman, dan lancar sehingga nantinya mampu menjadi anggota Polri yang profesional, modern, berintegritas, dan dipercaya masyarakat dalam memberikan pelayanan serta menjaga keamanan dan ketertiban.

(Muhammad Rizal)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update