Notification

×

Iklan

Iklan

Panen Bersama MT 2026 di Barru, Produktivitas Padi Kelompok Tani Makkalitutue Tembus 7,6 Ton per Hektare

7/19/26 | Minggu, Juli 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-19T11:59:42Z

Panen Bersama MT 2026 di Barru, Produktivitas Padi Kelompok Tani Makkalitutue Tembus 7,6 Ton per Hektare

BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Hasil menggembirakan ditunjukkan petani di Kabupaten Barru. Kelompok Tani Makkalitutue, Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, sukses melaksanakan panen bersama Musim Tanam (MT) 2026 dengan produktivitas padi mencapai 7,6 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.

Kegiatan panen bersama yang digelar Minggu (19/7/2026) tersebut berlangsung di lahan persawahan seluas 50 hektare yang menjadi lokasi penerima bantuan benih padi varietas Inpari 32 dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Panen turut dirangkaikan dengan kegiatan pengambilan sampel ubinan sebagai metode pengukuran produktivitas hasil pertanian. Kegiatan ini dihadiri petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barru, Bhabinkamtibmas, Babinsa, penyuluh pertanian, Kepala Desa Lampoko, Ketua Kelompok Tani Makkalitutue, serta para anggota kelompok tani.

Berdasarkan hasil pengukuran ubinan, produktivitas padi mencapai 4,6 kilogram per petak ubinan atau setara dengan sekitar 7,6 ton GKP per hektare. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa penggunaan benih unggul dan penerapan teknik budidaya yang tepat mampu meningkatkan hasil produksi pertanian.

Dengan harga gabah kering panen yang berada di kisaran Rp7.300 hingga Rp7.500 per kilogram, hasil produksi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan serta kesejahteraan para petani.

Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pertanian menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani dan pihak terkait atas keberhasilan panen tersebut. Dukungan juga disampaikan kepada Menteri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., atas bantuan benih yang diberikan dalam rangka memperkuat program swasembada pangan nasional.

Ke depan, para petani diharapkan terus meningkatkan produktivitas melalui program Luas Tambah Tanam (LTT) serta mengoptimalkan pemanfaatan program Optimasi Lahan (Oplah). Selain itu, petani juga didorong untuk melakukan langkah antisipasi terhadap perubahan iklim, termasuk menghadapi potensi fenomena El Niño yang dapat berdampak pada sektor pertanian.

Melalui sinergi pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani, Kabupaten Barru optimistis mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

(Darman)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update