Notification

×

Iklan

Iklan

Produktivitas Jagung Capai Hampir 10 Ton per Hektare, Ubinan Kelompok Tani To Nepo Barru Perkuat Ketahanan Pangan

7/20/26 | Senin, Juli 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-20T10:49:35Z

Barru (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com

Produktivitas jagung di Kabupaten Barru kembali menunjukkan capaian yang menggembirakan. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mallusetasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barru melaksanakan kegiatan ubinan jagung di lahan anggota Kelompok Tani To Nepo, Dusun Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Senin (20/7/2026).

Kegiatan ubinan dilakukan untuk memperoleh data produktivitas tanaman jagung secara akurat sebagai dasar penyusunan statistik pertanian sekaligus evaluasi program peningkatan produksi pangan nasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator BPP Mallusetasi Burhan, S.ST., Tinker BPP Mallusetasi Andi Bahtiar, S.TP., M.P., Fungsional Umum BPS Kabupaten Barru Muhammad Ramli, Penyuluh Pertanian Desa Nepo Liza Vibriana, S.ST., Bhabinkamtibmas Desa Nepo Aiptu Hajar Kasim, serta Ketua Kelompok Tani To Nepo, Darman.

Pengambilan ubinan dilakukan pada tanaman jagung varietas Sumo Sakti milik petani Ansar dengan luas sampel 2 x 4 meter atau 8 meter persegi. Dari hasil penimbangan diperoleh berat tongkol basah sebesar 6,22 kilogram. Setelah dikonversi, produktivitasnya diperkirakan mencapai sekitar 9,95 ton per hektare untuk jagung tongkol basah atau setara sekitar 5–6 ton per hektare jagung pipilan kering.

Koordinator BPP Mallusetasi, Burhan, S.ST., mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa penerapan budidaya jagung di wilayah Desa Nepo berjalan dengan baik berkat kolaborasi berbagai pihak.

"Hasil ubinan ini menjadi indikator bahwa produktivitas jagung di wilayah kami cukup baik. Ini merupakan hasil kerja keras para petani yang didukung pendampingan penyuluh, pemerintah, serta sinergi dengan berbagai pihak. Kami berharap capaian ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan guna mendukung program swasembada pangan nasional," ujarnya.

Burhan menambahkan, dalam satu musim tanam, areal pertanaman jagung seluas sekitar 130 hektare di Dusun Mareppang mampu menghasilkan sekitar 250 ton jagung. Menurutnya, capaian tersebut didukung oleh bantuan sarana produksi dari Kementerian Pertanian serta pendampingan teknis yang berkelanjutan kepada petani.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Nepo, Aiptu Hajar Kasim, menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan kepada petani, mulai dari proses tanam hingga panen, serta menjaga situasi keamanan agar aktivitas pertanian berjalan lancar.

Kegiatan ubinan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan sektor pertanian di Kabupaten Barru. Dengan dukungan pemerintah, penyuluh, TNI-Polri, BPS, dan semangat para petani, Barru dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi jagung di Sulawesi Selatan sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.

(Arfah)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update